Kecelakaan di Air Terjun Gulingan, Remaja Terperosok Saat Mengambil Helm
Seorang remaja berusia 16 tahun asal Desa Sumurgede, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, terjebak di jurang Air Terjun Gulingan saat mencoba mengambil helm yang tertinggal. Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu, 21 Desember 2025, dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengunjung di kawasan wisata alam ini.
Peristiwa ini terjadi saat korban bersama tiga temannya datang ke Air Terjun Gulingan. Mereka sempat meletakkan helm di bibir jurang sebelum akhirnya korban terpeleset dan terperosok ke dalam jurang. Identitas korban diketahui bernama Desta Lutfi Muzaki.
Kejadian tersebut dilaporkan ke petugas Polsek Grobogan sekitar pukul 14.00 WIB. Warga setempat yang tidak jauh dari lokasi kejadian melaporkan bahwa korban tidak muncul kembali dari area jurang wisata alam tersebut.
Rita, seorang warga yang berada di dekat lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa korban terpeleset saat mencoba meraih helm yang tertinggal di tepi jurang. “Saat hendak mengambil helm, korban kehilangan keseimbangan dan langsung terperosok,” ujar Rita.
Saksi lain, Sutikno, membenarkan kondisi jalur di sekitar Air Terjun Gulingan cukup licin dan berisiko bagi pengunjung, terutama remaja. Ia menyampaikan bahwa medan yang curam dan minim pengaman membuat situasi semakin berbahaya.
Setelah menerima laporan, Pusdalops BPBD Grobogan segera berkoordinasi dengan Polsek Grobogan untuk melakukan evakuasi korban. Tim TRC SAR BPBD Grobogan diterjunkan ke lokasi guna melakukan proses evakuasi. Medan yang curam menjadi tantangan besar bagi para petugas dalam mengevakuasi korban.
Kapolsek Grobogan AKP Duddy Lukman Prabowo menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan dengan prosedur SAR demi keselamatan korban. “Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar meski mengalami luka serius,” kata AKP Duddy dalam laporan resminya.
Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan bahwa korban mengalami patah tulang lengan kanan serta cedera di bagian pinggul akibat benturan keras. Setelah dievakuasi dari jurang Air Terjun Gulingan, korban langsung dilarikan ke RS Siaga Utama Purwodadi untuk perawatan intensif.
Pihak kepolisian mengimbau kepada remaja dan wisatawan di musim liburan ini agar lebih waspada saat beraktivitas di alam terbuka. “Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan, terlebih saat berwisata di alam terbuka seperti Air Terjun Gulingan ini. Musim liburan sudah tiba, tetapi mengutamakan keselamatan diri selama liburan tetap harus diperhatikan,” tambah AKP Duddy.
Faktor-Faktor yang Berkontribusi pada Kecelakaan
-
Jalur yang Licin dan Curam
Lokasi Air Terjun Gulingan memiliki jalur yang cukup licin dan curam, terutama di daerah sekitar jurang. Hal ini meningkatkan risiko tergelincir atau terpeleset bagi pengunjung. -
Minimnya Pengamanan
Tidak ada pengamanan yang memadai di sekitar area jurang, sehingga pengunjung mudah terjatuh jika tidak berhati-hati. -
Tindakan yang Tidak Bijak
Korban terjebak karena mencoba mengambil helm yang tertinggal di tepi jurang. Tindakan ini menunjukkan kurangnya kesadaran akan bahaya yang ada di sekitar. -
Kurangnya Penjagaan dari Pihak Pengelola
Tidak ada penjaga atau petugas yang siap membantu pengunjung, terutama saat mereka berada di area yang berisiko tinggi.
Langkah-Langkah yang Harus Diambil
-
Peningkatan Kesadaran Pengunjung
Pengunjung perlu diberi informasi tentang bahaya yang bisa terjadi di sekitar air terjun, terutama di area jurang. -
Pengamanan yang Lebih Baik
Pihak pengelola perlu memasang pagar atau pengaman tambahan di area yang berisiko tinggi untuk mencegah kecelakaan. -
Peningkatan Pengawasan
Adanya petugas atau penjaga di lokasi dapat membantu mencegah tindakan yang tidak bijak oleh pengunjung. -
Edukasi tentang Keselamatan
Edukasi tentang cara berwisata yang aman dan pentingnya menjaga keseimbangan di tempat-tempat berbahaya perlu diberikan kepada pengunjung.




























































