Pelaku Pencurian Motor Spesialis Parkiran Rumah Sakit Diringkus
Polisi kembali berhasil menangkap seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang spesialisasi beraksi di area parkiran rumah sakit di Surabaya. Tersangka bernama DT, 37 tahun, merupakan warga Jalan Kapas Lor, Kapas Madya Tambaksari. Ia dikenal sebagai residivis yang sudah beberapa kali melakukan tindakan ilegal dengan modus serupa.
Sebelum ditangkap, DT telah melakukan aksi pencurian di sepuluh lokasi berbeda. Selain itu, ia juga terbiasa berada di lingkungan hotel prodeo karena sering menginap. Hal ini dikonfirmasi oleh Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Ipda Dwi Santoso, yang menyatakan bahwa tersangka pernah dua kali mencuri motor di parkiran rumah sakit dan total ada sepuluh tempat kejadian perkara (TKP) lainnya.
DT ditangkap oleh anggota Opsnal Reskrim Polsek Gubeng saat sedang berusaha mencuri motor di parkiran rumah sakit di kawasan Jalan Dr Moestopo, Surabaya. Saat penangkapan, polisi menemukan alat bantu berupa kunci T dan tiga mata anak kunci T yang digunakan dalam aksinya.
Modus operandi DT cukup sederhana namun efektif. Ia biasanya duduk-duduk di sekitar area parkiran untuk mengamati situasi. Ketika melihat ada motor yang diparkir dan karcis parkir ditinggalkan di dashboard, ia langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencuri kendaraan korban.
Dengan menggunakan kunci T dan karcis parkir yang ditemukan, DT mampu membawa kabur motor korban tanpa kesulitan. Aksi pencurian ini dilakukan di dua lokasi khusus, yaitu kawasan Karang Menjangan dan Jalan Raya Gubeng Surabaya. Aksi ini terjadi pada bulan Juni 2025.
Selain mengincar parkiran rumah sakit, DT juga pernah melakukan pencurian motor di permukiman Tambaksari. Polisi menyebut bahwa DT adalah residivis dengan tiga kali penganiayaan serupa. Dalam pemeriksaan, DT mengakui bahwa ia selalu berjalan kaki dari rumahnya di Jalan Kapas Lor untuk mencari target. Ia sengaja mencari motor yang diparkir di rumah sakit dan meninggalkan karcis di dashboard.
“Jika ada motor masuk parkiran, saya duduk-duduk memantau. Kemudian saya mencuri motor yang karcisnya ditinggal di dashboard, lalu saya gunakan kunci T,” ujar DT kepada awak media dalam acara press release.
Setelah berhasil mencuri, DT membawa motor hasil curiannya ke Bangkalan melalui Jembatan Suramadu untuk dijual kepada penadah yang dikenalnya. Setelah terjual, DT kembali pulang ke Surabaya menggunakan bus. Salah satu motor yang berhasil dijual adalah Honda Vario dengan harga Rp 2 juta. Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk minum minuman keras dan bermain judi merpati.






























































