Sopir Bus Jadi Korban Pengeroyokan oleh Preman, Uang Parkir Jadi Penyebabnya
Peristiwa pengeroyokan terhadap seorang sopir bus travel terjadi di Dermaga Bandar Deli Pelabuhan Belawan. Aksi kekerasan ini dilakukan oleh sekelompok preman yang menyerang korban karena tidak diberi uang parkir.
Menurut laporan, kejadian ini terjadi pada Rabu (14/1/2026) saat sopir bus travel masuk ke area parkiran untuk mengantar penumpang. Tidak diketahui secara pasti apa yang memicu konflik antara korban dan pelaku, tetapi diketahui bahwa peristiwa ini berawal dari perselisihan terkait uang parkir.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, menjelaskan bahwa korban sempat dihadang oleh sekitar delapan orang. Salah satu pelaku bahkan memecahkan kaca mobil menggunakan helm.
“Setelah kaca bus pecah, sopir bus sempat turun dari kendaraan,” ujar Agus dalam keterangan resmi melalui saluran telepon, Rabu (4/2/2026).
Namun, bukannya mendapatkan penjelasan, korban justru langsung dikeroyok oleh para pelaku di lokasi. Kejadian ini kemudian dihentikan oleh warga yang melintas, sehingga para pelaku melarikan diri dari lokasi.

Petugas kepolisian segera menindaklanjuti laporan korban dengan melakukan penyelidikan. Melalui pemeriksaan sejumlah saksi dan rekaman CCTV, petugas akhirnya berhasil mengantongi identitas dan keberadaan para pelaku.
Tersangka DZ, yang merupakan warga Kelurahan Belawan I, akhirnya diringkus pada Selasa (3/2/2026). Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat aksi kejahatannya. Barang bukti tersebut meliputi satu buah helm yang digunakan untuk memecah kaca, satu buah pisau sangkur, satu potong celana jeans yang dipakai saat kejadian, dua unit ponsel, serta serpihan pecahan kaca mobil bus.
“Dari hasil interogasi, tersangka mengakui perbuatannya memecahkan kaca bus karena sebelumnya meminta uang parkir namun tidak diberikan oleh sopir. Dia mengaku melakukan aksinya bersama tiga orang rekannya,” ungkap Agus.
Saat ini DZ masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Polres Pelabuhan Belawan. Polisi menegaskan akan terus memburu pelaku lainnya yang masih buron.
Agus juga meminta masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan aksi serupa. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana melalui Call Center 110 Polri agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.




















































