Sosok Dwi Hartono yang Tersangkut dalam Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Dwi Hartono, seorang motivator dan pengusaha bimbingan belajar (bimbel), kembali menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta. Kasus ini mengejutkan masyarakat setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh seorang penggembala sapi di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Tubuh korban ditemukan dengan tangan dan kaki terikat, mata tertutup lakban, serta penuh luka lebam. Rekaman CCTV di Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, menunjukkan bahwa Ilham sedang berjalan menuju mobilnya sebelum sekelompok orang tak dikenal memaksanya masuk ke dalam mobil putih. Penyelidikan mengungkap bahwa korban sempat diculik dari lokasi tersebut sebelum akhirnya ditemukan tewas.
Polisi menyatakan bahwa para pelaku terbagi dalam empat klaster, yaitu; aktor intelektual, pembuntut, penculik, dan pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian korban. Hingga kini, sebanyak 15 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Dwi Hartono yang ditangkap bersama dua tersangka lainnya di Solo, Jawa Tengah.
Motif di balik pembunuhan ini masih diselidiki. Namun, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Dwi Hartono merasa sakit hati karena pengajuan kredit senilai Rp 13 miliar ditolak oleh Ilham.
Latar Belakang Kontroversial Dwi Hartono
Dwi Hartono bukanlah sosok asing dalam dunia kriminal. Pada tahun 2012, ia pernah tersandung kasus pemalsuan ijazah dan nilai palsu sejumlah mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unissula Semarang. Ia diduga menerima uang dari calon mahasiswa dan mengubah nilai serta ijazah mereka agar bisa diterima di jurusan IPA.
Meski sempat divonis enam bulan penjara, Dwi tetap melanjutkan kiprahnya sebagai pengusaha. Ia dikenal memiliki helikopter pribadi, rumah mewah di Cibubur, dan hobi solo touring dengan motor Kawasaki Z900. Di bidang pendidikan dan digital, Dwi mengelola PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) dan aplikasi Guruku yang menyediakan layanan belajar daring.
Ia juga memiliki PT Hartono Mandiri Makmur yang bergerak di bidang perdagangan dan pengembangan perangkat lunak, serta bisnis perkebunan di Kabupaten Tebo, Jambi. Sosok Dwi juga dikenal aktif di media sosial dan YouTube sebagai motivator, dengan ratusan ribu pengikut. Ia kerap berbagi kisah sukses untuk UMKM dan pelajar, serta aktif dalam kegiatan sosial dengan memberikan sumbangan kepada kelompok ekonomi lemah.
Namun, di balik citra sukses dan dermawan itu, kini Dwi Hartono harus menghadapi proses hukum atas tuduhan sebagai dalang penculikan dan pembunuhan seorang pejabat bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.
Fakta-Fakta Terkait Kasus Dwi Hartono
- Dwi Hartono adalah motivator dan pengusaha bimbingan belajar yang sebelumnya pernah tersandung kasus pemalsuan ijazah pada tahun 2012.
- Pada tahun 2012, Dwi memalsukan ijazah dan nilai sejumlah mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unissula Semarang, dan menerima uang Rp 5 juta-Rp 10 juta dari setiap calon mahasiswa.
- Dwi kembali tersandung kasus kriminal pada Agustus 2025, diduga menjadi otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.
- Dwi ditangkap bersama dua tersangka lain, YJ dan AA, di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025) pukul 20.15 WIB.
- Total ada 15 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta.
- Jasad korban ditemukan oleh pengembala sapi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, dalam kondisi mengenaskan: kaki dan tangan terikat, mata tertutup lakban, dan tubuh penuh luka lebam.
- Korban diculik dari area parkir supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, berdasarkan rekaman CCTV.
- Polisi membagi pelaku ke dalam empat klaster: aktor intelektual, pembuntut, penculik, dan penganiaya yang membuang jasad korban.
- Dwi Hartono disebut sebagai aktor intelektual dalam kasus ini.
- Motif pembunuhan diduga karena sakit hati setelah pengajuan kredit senilai Rp 13 miliar ditolak oleh korban.
- Dwi Hartono dikenal sebagai pengusaha sukses asal Tebo, Jambi, memiliki helikopter pribadi dan rumah mewah di Cibubur, Jakarta Timur.
- Ia mengelola berbagai perusahaan, termasuk PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI), PT Hartono Mandiri Makmur, dan bisnis perkebunan di Kabupaten Tebo.
- Dwi juga aktif sebagai motivator di YouTube dan kegiatan sosial, sering memberi sumbangan kepada kelompok ekonomi lemah.






























































