Proyek Kabel Bawah Laut yang Ambisius untuk Meningkatkan Infrastruktur Digital Nasional
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) melalui anak perusahaannya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), telah merencanakan investasi besar dalam pembangunan 12 sistem kabel bawah laut baru. Dana yang dialokasikan mencapai kisaran USD 600 hingga USD 700 juta. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur digital nasional sekaligus mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Tenggara.
CEO Telin, Budi Satria Dharma Purba, menjelaskan bahwa pertumbuhan AI yang pesat telah mendorong peningkatan investasi dari para pemain digital, terutama dalam pembangunan data center yang siap dengan kecerdasan buatan. Ia menilai bahwa pertumbuhan tersebut memerlukan konektivitas yang kuat dan beragam.
Saat ini, sebagian besar infrastruktur kabel bawah laut di Indonesia terpusat di Singapura, yang menjadi pusat regional. Namun, Budi Satria Dharma Purba menilai bahwa konektivitas ini perlu diperluas agar dapat menghubungkan Indonesia dengan berbagai kawasan lain seperti Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika.
Proyek kabel bawah laut ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya, yaitu Indonesia Cable Express. Ketujuh proyek yang ada saat ini sedang dalam tahap pengembangan. Diharapkan, proyek-proyek ini akan selesai pada paruh kedua tahun depan dan dapat mendukung data center milik Telin di Batam.
Budi Satria Dharma Purba menyatakan bahwa tujuh proyek kabel bawah laut belum cukup. Oleh karena itu, Telin kembali menginisiasi lima proyek tambahan untuk memperluas jangkauan ke kawasan baru, seperti Afrika dan Amerika Latin. Diperkirakan, 12 sistem kabel bawah laut baru ini akan menelan anggaran hingga USD 4 miliar.
Karena besarnya anggaran yang dibutuhkan, Telin akan bekerja sama dengan pemain dan kompetitor lain dalam proyek ini. Proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun dan akan terus berlanjut hingga tahun 2032.
Salah satu contoh kolaborasi adalah pembangunan kabel bawah laut yang menghubungkan Singapura – Indonesia hingga Amerika bersama Meta. Proyek kolaborasi ini diperkirakan selesai pada Oktober 2025.
Budi Satria Dharma Purba juga menjelaskan bahwa konsumsi kapasitas kabel bawah laut berlangsung lebih cepat daripada proses pembangunannya. Rata-rata, satu kabel sistem habis dalam tiga hingga empat tahun.
Direktur Wholesale & International Business Telkom Indonesia, Honesti Basyir, menyampaikan bahwa dana yang dialokasikan untuk tujuh proyek kabel bawah laut mencapai Rp 800 miliar. Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak dibangun sendiri, melainkan melalui konsorsium untuk memastikan kapasitas besar dapat terpenuhi.
Pembangunan infrastruktur kabel bawah laut ini dipastikan memberi dampak positif bagi Telin. Pendapatan dari bisnis kabel bawah laut Telin tumbuh konsisten sebesar 20 persen setiap tahunnya. Tujuan utamanya adalah menunjukkan bahwa infrastruktur digital Telin kuat dan setara dengan negara-negara lain.






























































