Kebijakan Uan Juicy Luicy Mengenai Penggunaan Lagu di Kafe dan Restoran
Pembahasan mengenai kewajiban membayar royalti bagi kafe dan restoran saat memutar musik terus berlanjut. Beberapa musisi mulai memberikan kebijakan yang lebih fleksibel, termasuk Uan dari Juicy Luicy yang mengambil langkah serupa dengan Ahmad Dhani sebelumnya.
Vokalis Juicy Luicy ini memperbolehkan semua orang untuk mendengarkan dan memainkan lagu bandnya, termasuk di kafe atau restoran. Ia menyatakan bahwa tidak akan menagih royalti untuk penggunaan lagu tersebut. Berikut beberapa poin penting terkait pernyataan Uan:
1. Lagu Juicy Luicy Boleh Diputar di Kafe
Uan secara tegas menyatakan bahwa lagu Juicy Luicy boleh dimainkan oleh siapa pun. Ia menegaskan bahwa tidak mempermasalahkan jika lagu bandnya diputar di kafe-kafe.
“Boleh bawain aja, tuh di kafe kalian dengerin Juicy Luicy aja,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
2. Tidak Pernah Menagih Royalti atau Izin
Mengenai royalti, Uan mengaku tidak pernah menagih sama sekali kepada musisi lain atau pemilik kafe yang memutar lagu Juicy Luicy. Bahkan, ia menyatakan bahwa izin tidak diperlukan bagi siapa pun yang ingin memainkan lagu bandnya.
“Kapan aku nuntut royalti dari yang manggung di kafe? Gak lah. Kalau Juicy Luicy, kita juga gak pernah nagih, gak pernah suruh izin, ya bawain-bawain aja. Siapa saya lah, band baru juga,” katanya.
3. Saran Menggunakan Lagu Lofi untuk Menghindari Royalti
Setelah ramainya pembahasan aturan kewajiban bayar royalti bagi pemilik kafe, banyak wacana alternatif muncul untuk tetap menggunakan lagu bebas lisensi agar terhindar dari royalti. Uan menyarankan pemilik kafe, restoran maupun UMKM untuk memutar lagu lofi yang cukup populer di YouTube. Menurutnya, lagu-lagu tersebut tidak ada royalti dan cocok digunakan untuk menciptakan suasana tenang.
“Sama ini, guys, kalau gak mau kena royalti, (putar lagu) yang lofi-lofi aja tuh di YouTube. Itu juga buat vibes oke, kalau misalnya takut ya royalti-royalti,” katanya.
Respons Positif dari Warganet
Pernyataan Uan Juicy Luicy ini mendapat sambutan positif dari warganet. Banyak netizen yang mengapresiasi sikap musisi yang lebih terbuka dan ramah terhadap penggunaan lagu mereka tanpa adanya kewajiban membayar royalti.
Beberapa pengusaha kafe dan restoran juga merasa lega karena memiliki opsi alternatif seperti lagu lofi yang bisa digunakan tanpa risiko hukum. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak musisi yang peduli dengan kebutuhan para pelaku usaha kecil menengah.
Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi musisi lain untuk memberikan kebijakan yang lebih fleksibel dan saling mendukung antara musisi dan pengelola tempat hiburan.





























































