Kecelakaan Bus Pariwisata di Kudus: Pengalaman Korban yang Terperosok ke Tebing
Kecelakaan tunggal yang terjadi pada Selasa (16/12/2025) mengejutkan masyarakat di Kudus. Bus pariwisata bernama Karya Abadi dengan plat nomor F-7502-FL mengalami kecelakaan saat melintasi tikungan tajam di Desa Tergo. Kejadian ini memicu hebohnya warga sekitar dan berdampak pada 50 penumpang yang sedang melakukan perjalanan ziarah Walisongo.
Bus tersebut dikemudikan oleh Susanto (42), warga Lampung Tengah, dan membawa rombongan dari Desa Bumi Jawa, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur. Rombongan ini terdiri dari 50 orang yang sedang menjalani perjalanan ziarah yang biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali. Perjalanan dimulai pada Minggu (14/12/2025), dan rombongan telah berkunjung ke beberapa tempat seperti Kabupaten Demak, Makam Sunan Kudus, serta Makam Sunan Muria.
Pada pagi hari kejadian, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur. Namun, ketika sampai di tikungan tajam Desa Tergo, bus tiba-tiba tidak berbelok dan justru melaju lurus hingga terjun ke tebing permukiman. Kedalaman tebing diperkirakan sekitar 3-5 meter. Kejadian ini membuat banyak penumpang kaget dan syok.
Pengalaman Korban Saat Kecelakaan
Salah satu korban, Subkhi, yang juga sebagai ketua rombongan, bercerita bahwa awalnya bus berjalan normal. Ia mengaku heran karena tidak ada aba-aba dari sopir sebelum bus melaju lurus. “Tiba-tiba saja, enggak ada aba-aba juga dari sopir, langsung terjun,” ujarnya.
Penumpang sempat menjerit lantaran kaget dan syok. Sejumlah korban dievakuasi melalui pintu sebelah kiri yang masih bisa dibuka. Beberapa di antaranya mengalami luka ringan pada bibir, tangan, kaki, dan kepala. Ada juga korban yang mengalami syok berat dan lemas. Semua penumpang berhasil dievakuasi oleh warga dan bantuan dari jajaran Polsek Dawe serta Satlantas Polres Kudus.
Seorang perempuan paruh baya yang juga menjadi korban mengungkapkan rasa syoknya. “Kami sebenarnya sudah sering perjalanan ziarah ini, enggak tahu hari ini dapat musibah. Semua syok, lemas, kaget tiba-tiba saja bruk, langsung pada panik,” katanya.
Proses Evakuasi dan Penanganan Medis
Setelah kejadian, warga sekitar langsung berdatangan untuk membantu evakuasi. Korban yang mengalami luka ringan dan syok mendapatkan penanganan medis sementara di lokasi evakuasi. Beberapa korban juga mendapat fasilitas pijat untuk mengurangi rasa nyeri akibat benturan.
Sementara itu, korban yang dalam kondisi stabil dan sehat dievakuasi ke sebuah musala terdekat bersama rombongan bus lainnya. Warga setempat, seperti Rohmah, mengaku mendengar suara cukup kencang saat kejadian. Awalnya dia tidak menyangka bahwa yang terjadi adalah kecelakaan mobil, tetapi setelah mendapat kabar dari tetangga, ia langsung keluar rumah untuk melihat kondisi lokasi kejadian.
Penyebab Kecelakaan Masih Dalam Penyelidikan
Saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh pihak Satlantas Polres Kudus. Meskipun belum ada informasi resmi, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama di area tikungan tajam yang rawan kecelakaan.
Semua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih waspada saat berkendara, terutama di jalur-jalur yang memiliki kondisi berbahaya seperti tikungan tajam atau tebing.






























































