Tindakan Tegas untuk Menertibkan Parkir Liar di Tanah Abang
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan keyakinannya bahwa masalah parkir liar di kawasan Tanah Abang akan segera tertib dalam waktu tiga hari ke depan. Ia menegaskan bahwa pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), polisi, dan bahkan TNI telah turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini.
“Pasti Satpol PP, Polisi juga sudah turun, teman-teman dari TNI juga sudah turun. Saya yakin dalam 2–3 hari akan jauh lebih tertib,” ujar Rano saat berada di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa.
Menurut Rano, Pemprov DKI Jakarta tidak akan menoleransi adanya parkir liar di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi kawasan Tanah Abang saat ini sedang ramai karena banyak masyarakat yang membeli kebutuhan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Hal ini membuat kemacetan sering terjadi.
Untuk itu, pemerintah Jakarta akan segera menertibkan para juru parkir liar di kawasan tersebut. “Terpaksa ditindak juga, ada yang ditangkap, dikasih pembinaan. Mudah-mudahan itu akan menjadi jauh lebih baik lagi,” tambahnya.
Penangkapan Delapan Orang Terkait Parkir Liar
Diketahui bahwa polisi telah menangkap delapan orang yang diduga sebagai preman dengan kedok sebagai juru parkir liar di kawasan Tanah Abang. Mereka dikenal memasang tarif parkir mobil hingga Rp 100.000 dan sepeda motor sebesar Rp 60.000.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa mereka yang berhasil ditangkap telah dibawa ke Polsek untuk diambil keterangannya. Tindakan ini dilakukan agar isu viral tidak semakin meluas dan untuk menciptakan situasi yang kondusif.
“Polsek telah mengambil tindakan terhadap berita viral agar tidak semakin berkembang dan guna menciptakan situasi yg kondusif, dengan membawa tukang parkir yg terindikasi melakukan pungli untuk diambil keterangan,” jelas dia.
Langkah yang Dilakukan untuk Menjaga Kondusivitas Wilayah
Tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan tidak hanya bertujuan untuk menangani masalah parkir liar, tetapi juga untuk menjaga ketertiban umum di kawasan Tanah Abang. Wilayah ini sering menjadi tempat yang ramai, terutama menjelang bulan puasa dan hari raya.
Beberapa langkah yang diambil antara lain:
- Peningkatan pengawasan oleh Satpol PP dan polisi.
- Penindakan terhadap pelaku parkir liar yang melanggar aturan.
- Pembinaan terhadap pelaku yang masih bisa diberi kesempatan untuk memperbaiki diri.
- Koordinasi dengan pihak TNI untuk memastikan keamanan wilayah.
Dengan adanya tindakan tegas dan koordinasi yang baik antara berbagai instansi, diharapkan kondisi di kawasan Tanah Abang dapat segera kembali normal. Masyarakat juga diharapkan dapat mematuhi aturan yang berlaku serta tidak terlibat dalam praktik parkir liar yang merugikan.




















































