Kehidupan di Pasar Gamalama Ternate Berubah Drastis
Pada hari Selasa (19/5/2026), suasana di kawasan Pasar Gamalama Ternate tiba-tiba berubah menjadi gempar. Seorang pria bernama Joko Purnomo (30) melakukan aksi yang tidak terduga dengan melompat dan menceburkan diri ke dalam laut untuk menghindari amukan massa yang mengepungnya.
Ironisnya, ketakutan luar biasa yang dialami Joko hingga harus basah kuyup di lautan ini dipicu oleh kesalahpahaman warga pasar yang meneriakinya sebagai maling. Padahal, akar masalahnya hanya terkait urusan internal yaitu menunggak cicilan motor over kredit.
Kapolsek Ternate Utara AKP Rusli Hanafi saat dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pria tersebut dikira maling oleh warga sekitar pasar, sehingga memicu kepanikan dan membuatnya melarikan diri.
Masalah Over Kredit Motor
Menurut penjelasan Kapolsek, peristiwa ini sebenarnya dipicu oleh masalah tunggakan cicilan motor, bukan pencurian. Berikut adalah duduk perkara dari kasus ini:
- Kesepakatan awal: Joko membeli motor dari pemilik pertama bernama Ardi Laidi (22) dengan kesepakatan over kredit (melanjutkan sisa angsuran).
- Menunggak cicilan: Dalam perjalananannya, Joko diduga lalai dan menunggak pembayaran, sehingga pihak dealer mendatangi Ardi selaku pemilik pertama untuk menagih.
- Pencarian: Merasa dirugikan, Ardi mencari keberadaan Joko selama beberapa hari terakhir untuk meminta kejelasan.
Kronologi Insiden
Puncak kesalahpahaman terjadi saat Ardi akhirnya tidak sengaja memergoki Joko di Pasar Gamalama Ternate. Melihat kedatangan Ardi, Joko mendadak panik dan langsung melarikan diri. Tindakan kabur ini memicu kecurigaan warga sekitar pasar yang seketika meneriakinya pencuri.
Karena situasi semakin ramai dan terkepung massa, Joko yang ketakutan akhirnya nekat melompat ke dalam laut. Petugas kepolisian yang sigap langsung mengamankan situasi sebelum massa bertindak anarki.
“Sebelumnya keduanya sudah kami amankan, masalah ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan melalui kesepakatan bersama dan pembuatan surat pernyataan,” tegas Kapolsek.
Kesimpulan
Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait dalam masalah keuangan seperti over kredit. Kesalahpahaman yang tidak segera diatasi dapat memicu konflik yang lebih besar. Dengan adanya penyelesaian secara kekeluargaan, diharapkan hal serupa tidak terulang kembali di masa depan.











Leave a Reply