Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Polisi Tokyo tangkap lagi pemimpin sindikat kejahatan global

Penangkapan Petinggi Perusahaan Asing di Tokyo

Polisi Metropolitan Tokyo baru-baru ini menangkap seorang pria yang diduga merupakan petinggi perusahaan asal Kamboja. Tersangka tersebut adalah Hu Xi (44), warga negara Siprus yang berprofesi sebagai pengusaha dan tidak memiliki alamat tetap di Jepang. Bersama Hu, polisi juga menangkap tiga orang lainnya, yaitu dua warga negara China berusia 36 dan 31 tahun serta seorang pria warga China berusia 49 tahun bernama Chen Xiaoguang.

Menurut penyidik, keempat tersangka diduga melanggar Undang-Undang Pengendalian Imigrasi Jepang dengan menyalahgunakan kartu izin tinggal (zairyu card). Menurut laporan dari sumber Kotacimahi.com di kepolisian Jepang, Hu diduga menyerahkan kartu izin tinggal miliknya kepada orang lain pada April hingga Mei tahun ini. Kartu tersebut kemudian digunakan oleh rekan-rekannya untuk menyamar sebagai Hu ketika mengurus pendaftaran cap resmi (inkan) di kantor pemerintah daerah di Distrik Chuo, Tokyo.

Keterlibatan dalam Penipuan dan Pencucian Uang

Hu sebelumnya telah ditangkap pada Juni lalu karena diduga mengajukan laporan pindah alamat palsu ke Distrik Chuo, Tokyo. Ia diketahui menjabat sebagai direktur utama sebuah perusahaan di Tokyo dan diduga berulang kali keluar masuk Jepang selama sedikitnya tiga tahun terakhir dengan status izin tinggal “Highly Skilled Professional” yang berlaku selama lima tahun.

Penyidik kini mendalami tujuan sebenarnya aktivitas Hu di Jepang, termasuk proses pengurusan dokumen kependudukannya. Dalam pemeriksaan, Hu mengaku “ada beberapa bagian yang berbeda dari tuduhan tersebut”, sedangkan Chen membantah seluruh tuduhan.

Diduga Petinggi Prince Holding Group

Menurut kepolisian, Hu diduga merupakan salah satu eksekutif dari Prince Holding Group, sebuah konglomerasi yang berbasis di Kamboja dan bergerak di berbagai bidang seperti properti dan jasa keuangan. Perusahaan tersebut dipimpin oleh Chen Zhi, yang sebelumnya dikenal memiliki hubungan dekat dengan mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.

Namun di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menuduh kelompok tersebut terlibat dalam jaringan penipuan daring internasional dan pencucian uang dalam skala besar. United States Department of the Treasury menyatakan bahwa kelompok tersebut merupakan salah satu organisasi kejahatan transnasional terbesar di Asia dan memiliki peran dominan dalam apa yang disebut sebagai “ekonomi penipuan” (fraud economy) di Kamboja, termasuk mengelola aliran dana ilegal senilai miliaran dolar.

Kena Sanksi Amerika Serikat dan Inggris

Pemerintah Kamboja pada Januari 2026 mengumumkan telah menahan tiga warga negara China, termasuk Chen Zhi, sebelum menyerahkan mereka kepada pemerintah China sebagai bagian dari operasi gabungan pemberantasan kejahatan lintas negara. Pemerintah Kamboja juga mencabut kewarganegaraan Kamboja milik Chen Zhi pada Desember 2025.

Sementara itu, Hu Xi telah masuk dalam daftar sanksi pemerintah Amerika Serikat dan Inggris sejak 2025–2026. Menurut Departemen Keuangan AS, Hu merupakan orang nomor dua di Prince Holding Group dan selama ini dikenal sebagai tangan kanan atau tokoh senior yang sangat dekat dengan Chen Zhi. Pemerintah Inggris juga menyebut Hu menggunakan sedikitnya tiga identitas berbeda dalam menjalankan jaringan keuangan kelompok tersebut.

Penyelidikan Aktivitas di Jepang

Polisi Metropolitan Tokyo masih terus menyelidiki aktivitas Hu dan jaringan yang diduga dibangunnya di Jepang, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan operasi kejahatan lintas negara. Investigasi ini dilakukan untuk memastikan apakah ada keterlibatan lebih lanjut dalam kegiatan ilegal yang dilakukan oleh organisasi tersebut.

Informasi Tambahan

Diskusi tentang beasiswa dan lowongan kerja di Jepang dapat dilakukan oleh para pencinta Jepang secara gratis. Untuk bergabung, kirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke email: tkyjepang@gmail.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *