Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Kasus Daycare Jogja, Sahroni Sebut Ada Pelanggaran HAM

Kasus Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta

Kasus penganiayaan dan penelantaran massal terhadap anak-anak di lingkungan daycare Little Aresha, Yogyakarta, menimbulkan berbagai tanggapan dari berbagai pihak. Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menyatakan bahwa kejadian tersebut tidak termasuk dalam kategori pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap balita di tempat penitipan anak tersebut tetap merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi anak yang dilindungi oleh hukum nasional.

Penekanan pada Keadilan untuk Korban

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menilai bahwa pengkategorian pelanggaran HAM dalam kasus ini bukanlah hal utama yang harus diperdebatkan. Menurutnya, fokus utama seharusnya adalah memastikan keadilan bagi para korban.

“Semua pihak harus sepakat bahwa jelas ada pelanggaran HAM di sana, titik,” ujar Sahroni dalam keterangan di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Ia menekankan bahwa luka yang dialami korban tidak boleh lagi didiskreditkan hanya karena masalah pengkategorian pelanggaran berat atau tidak.

Sahroni menyoroti pentingnya menghukum berat pelaku dan melakukan evaluasi nasional terhadap izin serta Standar Operasional Prosedur (SOP) daycare. Ia juga bertanya, “Lagian, emang HAM buat orang gede doang? Enggak bisa buat anak bayi? HAM itu sifatnya melekat.”

Kejadian yang Tidak Biasa

Menurut Sahroni, kejadian ini bukan bentuk pidana biasa karena adanya kesengajaan dan kekerasan sistemik yang terjadi di daycare tersebut. “Jadi, ini bukan kasus pidana biasa. Korbannya puluhan bayi dan balita, artinya ini sudah sistemik,” ujar dia.

Ia menjelaskan bahwa anak-anak usia di bawah 2 tahun disiksa secara fisik oleh pengasuhnya, padahal tempat tersebut seharusnya melindungi mereka. “Jadi, mohon semua pihak menaruh empati kepada korban dan memberi hukuman berat terhadap pelaku,” tambah Sahroni.

Tanggung Jawab Bersama

Dalam situasi seperti ini, perlu adanya kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat luas. Setiap instansi harus bekerja sama untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali. Evaluasi terhadap standar operasional daycare sangat penting, baik dalam hal pengawasan maupun pelatihan staf.

Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak anak dan bagaimana melindungi mereka dari ancaman kekerasan. Dengan membangun kesadaran bersama, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Langkah yang Harus Diambil

Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

  • Peningkatan pengawasan terhadap lembaga penitipan anak
  • Pelatihan berkala untuk staf daycare agar lebih memahami hak-hak anak
  • Penguatan hukum terkait perlindungan anak
  • Penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi anak-anak

Dengan tindakan-tindakan tersebut, diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan dan memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak yang rentan terhadap kekerasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *