Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

BNN ungkap kasus narkoba lewat lagu viral Siti Mawarni



Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan adanya kasus peredaran narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Penangkapan ini terjadi setelah sebuah lagu viral di media sosial yang menyebutkan wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemberantasan BNN Brigadir Jenderal Roy Hardi Siahaan menjelaskan bahwa operasi yang dilakukan memiliki korelasi dengan fenomena lagu Siti Mawarni.

Pada 13 Mei 2026, petugas BNN melakukan operasi di Kampung Aek Kanopan Timur. Hasilnya, seorang pelaku berinisial RT ditangkap dan ditemukan satu paket sabu siap edar dengan berat 0,90 gram. Dari penggeledahan tersebut, pihak BNN juga menemukan pelaku lain berinisial WW yang diduga terlibat dalam tindak pidana asal serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Oleh karena itu, WW dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selain itu, petugas BNN juga mengungkapkan hasil penyelidikan lainnya, yaitu adanya sistem pembagian peran antara pengendali dan penjaga lapak dalam mengedarkan narkotika di kawasan tersebut. Hal ini menunjukkan adanya jaringan yang terstruktur dan terorganisir untuk memperluas peredaran narkoba.

Roy Hardi Siahaan membantah bahwa BNN bekerja hanya karena kasus ini viral. Ia menegaskan bahwa selama ini BNN tetap menjalankan tugasnya secara rutin. Namun, ia menyebut bahwa respons BNN terhadap masyarakat juga menjadi faktor penting. “Bukan no viral no justice. Selama ini kami juga bekerja. Oleh karena itu, kami merespons masyarakat, di antaranya karena Labuhan Batu disebutkan di lagu Siti Mawarni,” ucap Roy.

Lagu Siti Mawarni beredar di media sosial, salah satunya TikTok. Dalam video yang beredar, tampak ratusan orang kompak bernyanyi lagu tersebut di sebuah tribun. Berikut penggalan liriknya:

Siti Siti Mawarni;

Incek anak Labuhan Batu;

Siti Siti Mawarni;

Incek binti solehudin;

Kalau ada orang yang nyabu ya Allah;

Cepat kasih azabnya;

Sabu banyak di Sumut ya Allah;

Bandar sabu kaya semua.

Lagu ini tidak hanya menjadi viral di media sosial, tetapi juga memberikan dampak nyata pada upaya pemberantasan narkoba. Dengan adanya perhatian dari masyarakat dan media, BNN semakin meningkatkan kegiatan operasionalnya untuk menangani ancaman narkoba yang terus berkembang.

Beberapa hal yang menjadi fokus BNN dalam operasi ini adalah:

Memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat dari bahaya narkoba

Mengidentifikasi dan menangkap pelaku-pelaku yang terlibat dalam peredaran narkoba

* Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait seperti aparat hukum dan lembaga masyarakat

Selain itu, BNN juga menekankan pentingnya pendidikan dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Dengan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan dapat menurunkan angka pengguna dan peredaran narkoba di berbagai daerah.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana peran media sosial bisa memengaruhi tindakan nyata dari lembaga penegak hukum. Dengan informasi yang cepat dan luas, masyarakat bisa lebih aktif dalam memberikan kontribusi positif dalam pemberantasan narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *