Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Detik-detik Wanita di Pati Lawan Pemuda Brutal untuk Selamatkan Adik

Penyerangan di Desa Ketitangwetan Mengakibatkan Empat Warga Terluka

Pada Jumat (3/7/2026) malam, sebuah peristiwa penyerangan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda menggemparkan warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Aksi tersebut mengakibatkan empat warga terluka dan terekam dalam kamera CCTV, sehingga videonya menjadi viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Sejumlah orang diduga menyerbu kawasan permukiman sambil membawa kayu, besi, dan batu. Selain merusak kendaraan bermotor milik warga, para pelaku juga melakukan penganiayaan terhadap penduduk setempat. Rekaman dari kamera pengawas menunjukkan rombongan pemuda masuk ke lingkungan permukiman secara beramai-ramai sebelum melakukan aksi perusakan dan penyerangan.

Empat Warga Menjadi Korban

Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa empat warga mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Tiga korban mengalami luka memar, sedangkan satu korban bernama Alif harus menjalani perawatan medis di Puskesmas karena cedera serius pada bagian kepala.

“Kami berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut karena aksi serupa telah beberapa kali terjadi dan menimbulkan keresahan masyarakat,” ujar Ali saat memberikan keterangan.

Salah seorang saksi mata, Pardi, menjelaskan situasi saat penyerangan berlangsung. Menurutnya, rombongan pelaku datang secara tiba-tiba, kemudian merusak kendaraan bermotor dan melakukan pemukulan terhadap warga. Hingga kini, penyebab maupun motif penyerangan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Korban Berusaha Menghentikan Aksi Pengeroyokan

Salah satu korban, Nur Dwi Lestari, mengaku menjadi sasaran kekerasan ketika mencoba menghentikan aksi pengeroyokan terhadap adiknya. Saat kejadian, Nur berada di luar rumah bersama sang adik sebelum situasi berubah menjadi mencekam.

“Namun, saya justru ikut menjadi sasaran pemukulan hingga mengalami luka cakar, serta memar dan bengkak pada bagian mulut,” ungkap Nur.

Kasus penyerangan tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Batangan. Kapolsek Batangan AKP M. Setiawan menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah menerima laporan dari korban dan langsung melakukan langkah penyelidikan. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian serta mengirimkan surat permintaan visum ke Puskesmas sebagai bagian dari proses penyidikan.

Harapan Warga untuk Kejelasan Kasus

Warga setempat berharap polisi segera mengungkap identitas para pelaku, menangkap mereka, serta memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum agar aksi serupa tidak kembali terjadi di lingkungan mereka.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *