Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Santriwati di Jateng Jadi Korban Kekerasan Kiai Cabul

Kasus Pelecehan Seksual di Jawa Tengah Menggemparkan Warga

Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Jawa Tengah beberapa waktu lalu menimbulkan kegundahan di kalangan masyarakat. Dua wilayah utama yang terkena dampaknya adalah Pati dan Pekalongan, dengan modus yang serupa. Pelaku dalam kasus ini adalah kiai yang tinggal di pondok pesantren, sementara korban adalah santriwati.

Di Pati, terduga pelaku bernama Anshari. Dia menggunakan cara yang sangat memperdaya para santriwati untuk menjalani hubungan intim dengannya. Anshari mengklaim bahwa hubungan tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit, baik fisik maupun mental. Seorang korban mengungkapkan kepada Tim Hotman 911 bahwa Anshari adalah pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu.

Anshari selalu memberikan alasan bahwa bersetubuh dengannya bisa menyehatkan jiwa dan raga. “Awalnya dia merayu mereka dengan mengatakan bahwa hal ini bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan kamu, yaitu dengan berhubungan seperti itu,” ujar korban pada Kamis (7/5).

Jika korban menolak ajakan pelaku, maka mereka akan mengalami kekerasan. Pelaku tidak segan memukul kepala korban. Selain itu, jika ada santriwati yang menolak, pelaku mencari pengganti. Hal ini terjadi selama bertahun-tahun.

Akibat dari perbuatan Anshari, polisi akhirnya menangkapnya pada hari yang sama ketika korban melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Hotman 911. Sebelum ditangkap, Anshari sempat kabur dan memutus komunikasi. Akhirnya, polisi berhasil menangkap kiai cabul tersebut di wilayah Wonogiri. Tim Satreskrim Polresta Pati yang bertanggung jawab atas penangkapan ini.

Di Pekalongan, kasus pencabulan juga menimbulkan geger setelah seorang perempuan berinisial F melahirkan anak tanpa ayah. Meski tidak melapor ke polisi, enam korban lainnya berinisial AHF telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pekalongan Kota.

“Bertepatan dengan hari suci Idul Adha ini, kami lakukan pengamanan terhadap terduga pelaku,” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi dikutip dari Radar Pekalongan.

Dalam pemberitaan di laman metropekalongan.com, Riki menyatakan bahwa jumlah korban bisa lebih dari enam orang. Selain F yang belum melapor, masih ada korban lain yang belum melaporkan kejadian tersebut. “Tidak menutup kemungkinan korban bertambah. Ada informasi satu korban sampai hamil dan melahirkan, tetapi belum bersedia memberi keterangan. Lokasinya di wilayah Kabupaten Pekalongan,” ucap dia.

Modus Pelaku yang Menyedihkan

Modus yang digunakan oleh pelaku sangat memperhatikan psikologis para korban. Mereka menggunakan klaim medis untuk meyakinkan santriwati agar mau melakukan hubungan intim. Hal ini membuat banyak korban merasa tertipu dan tidak berani melaporkan kejadian tersebut.

Selain itu, pelaku juga menggunakan ancaman fisik jika korban menolak ajakannya. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya melakukan pelecehan secara seksual, tetapi juga mengancam keselamatan jasmani para korban.

Tindakan yang Dilakukan oleh Pihak Berwajib

Pihak berwajib telah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku. Di Pati, Anshari ditangkap setelah korban melaporkan kejadian tersebut. Sementara di Pekalongan, polisi telah melakukan pengamanan terhadap terduga pelaku dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Perlu adanya kesadaran dari masyarakat dan lembaga terkait untuk menangani kasus-kasus semacam ini dengan serius. Penegakan hukum harus dilakukan agar tidak ada lagi pelaku yang merasa aman untuk melakukan tindakan ilegal.

Kesimpulan

Kasus pelecehan seksual di Jawa Tengah menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dan tanggap terhadap tindakan yang merugikan. Perlu adanya pendidikan dan edukasi tentang hak-hak manusia serta perlindungan terhadap korban pelecehan. Dengan demikian, kejahatan semacam ini dapat diminimalisir dan tidak terulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *