Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Dua Pria Tewas di Masjid, Ternyata Pernah Dilaporkan Hilang

Penemuan Mayat di Atap Masjid Brebes

Pihak kepolisian setempat akhirnya mengungkap penyebab kematian dua pria yang ditemukan membusuk di lantai 3 Masjid Miftahul Jannah, Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dua korban tersebut adalah Iwantoro (29) dan Bambang Suherman (44), warga setempat.

Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Farid Nur Aziz menjelaskan bahwa hasil visum menunjukkan adanya luka bakar di sekujur tubuh kedua korban. Selain itu, terdapat tanda-tanda pembusukan dengan estimasi waktu kematian sekitar 4-5 hari.

“Hasil visum yang dilakukan di RSUD menyatakan bahwa kedua korban mengalami luka bakar di seluruh tubuh,” ujarnya.

Menurut informasi yang didapatkan, kematian korban bukan disebabkan oleh kekerasan, melainkan tersengat aliran listrik PLN. Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa di TKP terdapat kabel listrik yang menjuntai di lantai dak masjid. Hal ini dikuatkan oleh saksi yang menemukan mayat korban.

Keluarga Menerima Musibah

Sementara itu, Marhadi (37), sepupu korban, menyatakan bahwa keluarga menerima musibah tersebut dengan ikhlas.

“Kami menerima, yang jelas mungkin sudah takdir. Karena umur manusia tidak ada yang tahu, Alloh yang tahu,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian usai pemakaman korban.

Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi karena sudah ikhlas dengan kejadian tersebut. “Udah ikhlas, mau gimana lagi yang penting sudah dimakamkan,” tambahnya.

Kronologi Kejadian

Sebelum kejadian tersebut, Iwantoro dan Bambang dilaporkan menghilang. Menurut pengakuan Marhadi, pada Jumat 20 Maret 2026, ia sedang berada di lantai 3 masjid untuk memasang lampu listrik. Saat itu, Iwantoro datang bersama temannya Bambang dan meminta bantuan untuk menemani ke rumah istrinya di Kecamatan Songgom.

“Awalnya saya ada di atas masjid memasang lampu listrik dan keponakan saya naik kemudian minta tolong. Anterin saya kerumah isteri yang ada di Kecamatan Songgom,” ujar Marhadi menirukan perkataan korban.

Namun, karena sedang sibuk dengan pekerjaannya, Marhadi menolak permintaan tersebut. “Kalo hari ini nggak bisa karena repot karena lagi banyak kerjaan,” jawabnya kepada korban.

Setelah menolak, Marhadi turun ke lantai dua untuk melanjutkan pekerjaannya. Ia tidak menyadari bahwa Iwantoro dan Bambang kembali naik ke lantai 3.

Usai pertemuan tersebut, hingga larut malam kedua korban dilaporkan hilang dan tidak pulang ke rumah. Keesokan harinya, Sabtu 21 Maret 2026, korban yang seharusnya berkumpul dengan keluarga juga tidak kunjung pulang.

Penemuan Mayat

Awalnya, warga melihat ada belatung berjatuhan dari atas di bagian tempat wudlu putri. Warga tersebut langsung menemui marbot di messnya dan meminta untuk mengecek lantai 3.

“Marbot itu kemudian naik melihat ada mayat, di atas, ahirnya yang tadi laporan itu dikasih tahu, karena awalnya ngga mau naik. Ahirnya naik, kemudian woro-woro ke warga lain. Di atas itu mayatnya dua,” kata Kepala Dusun Pangaradan, Eko Setianto.

Pantauan di Kamar Jenazah RSUD Brebes, usai dilakukan autopsi jenazah kedua korban kemudian dibawa oleh ambulan ke rumah duka. Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Kamis 26 Maret 2026 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *