Pemudik Jadi Target Pemalakan ‘Uang Lewat’ di Jakarta, Pelat Luar Jadi Alibi
Sebuah kejadian pemalakan yang menimpa seorang pengemudi mobil viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Jalan Kebon Kacang 12, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/3/2026). Korban bernama Arip Hidayat mengaku menjadi sasaran aksi pemalakan oleh tiga orang yang mengaku sebagai warga sekitar.
Menurut laporan Arip, ia sedang dalam perjalanan dari Pandeglang menuju Bandung dan melintasi wilayah Jakarta. Saat berhenti untuk membuka aplikasi peta di pinggir jalan, tiba-tiba tiga orang mendekatinya dan meminta uang dengan alasan pelat luar Jakarta harus membayar “uang lewat”.
Arip menceritakan bahwa para pelaku meminta uang sebesar Rp 300 ribu. Ia mencoba menolak, tetapi akhirnya hanya memberikan Rp 100 ribu. Tidak puas dengan jumlah tersebut, pelaku kemudian mengambil paksa kartu e-money milik korban yang berada di dashboard mobil.
Video kejadian tersebut direkam menggunakan dashcam korban dan kemudian diunggah ke akun Threads ariphidayat0907. Dalam unggahan tersebut, Arip menjelaskan secara detail bagaimana kejadian itu berlangsung. Ia juga menyebutkan bahwa setelah diberi uang, pelaku tidak kembali memberikan kartu e-money yang diambil.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Dhimas Prasetyo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban adalah seorang pengemudi mobil berpelat D asal Bandung. Dhimas menjelaskan bahwa saat korban melintas di Jalan Kebon Kacang 12, ia menepi untuk membuka aplikasi peta. Ketika itulah diduga pelaku datang bertiga menggunakan motor dan meminta uang rokok kepada korban.
Setelah menolak permintaan awal, pelaku kemudian meminta uang pengawalan sebesar Rp 300.000. Namun, korban hanya memberikan Rp 100.000. Karena tidak puas, pelaku mengambil kartu e-money milik korban dari dashboard mobil.
Polisi telah menangkap dua orang terduga pelaku berinisial MN dan N yang merupakan warga Tanah Abang. Penangkapan dilakukan pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB oleh tim opsnal Polsek Metro Tanah Abang.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan dan menghubungi korban untuk membuat laporan resmi. Selain itu, pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami kasus tersebut.
Fenomena Pemalakan di Jakarta: Mengapa Terjadi?
Pemalakan di Jakarta bukanlah hal baru. Namun, kasus seperti ini semakin sering terjadi, terutama terhadap pengemudi yang memiliki pelat luar kota. Ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena ini:
- Penggunaan pelat luar kota sebagai alibi: Pelaku sering kali mengatakan bahwa pengemudi dengan pelat luar kota harus membayar “uang lewat” atau biaya pengawalan.
- Kurangnya pengawasan: Wilayah-wilayah tertentu di Jakarta, seperti Tanah Abang, sering menjadi target bagi pelaku pemalakan karena minimnya pengawasan.
- Tindakan cepat dari pelaku: Pelaku biasanya melakukan aksinya secara tiba-tiba dan tanpa kesempatan bagi korban untuk melawan.
Langkah yang Dilakukan oleh Pihak Berwajib
Polisi telah menangani kasus ini dengan segera. Selain menangkap pelaku, mereka juga melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat. Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya pada permintaan uang yang tidak jelas sumbernya.
Tips untuk Pengemudi
Bagi pengemudi yang sering melintasi Jakarta, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari pemalakan:
- Jangan mudah percaya pada permintaan uang yang tidak jelas: Jika ada yang meminta uang tanpa alasan jelas, sebaiknya hindari.
- Pastikan barang penting aman: Kartu e-money dan dokumen penting sebaiknya disimpan di tempat yang aman.
- Laporkan ke polisi jika terjadi pemalakan: Laporan resmi sangat penting untuk menangani kasus seperti ini.
Kesimpulan
Peristiwa pemalakan terhadap Arip Hidayat menunjukkan bahwa masalah ini masih terjadi di Jakarta. Meskipun pihak kepolisian telah melakukan penangkapan, masyarakat tetap perlu waspada dan berhati-hati saat berkendara di kota besar. Dengan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko pemalakan dapat diminimalisir.










Leave a Reply