Bea Cukai Memperkuat Kolaborasi untuk Mengatasi Rokok Ilegal
Bea Cukai terus memperkuat upaya pemberantasan rokok ilegal melalui sinergi dengan berbagai instansi di beberapa daerah. Kerja sama ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga kepentingan negara dan masyarakat.
Kudus: Sinergi dengan TNI
Di Kudus, Bea Cukai melakukan kunjungan ke Komando Distrik Militer (Kodim) 0722/Kudus pada tanggal 26 Februari. Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan antara Bea Cukai dan TNI. Tujuannya adalah mendukung gerakan Gempur Rokok Ilegal di wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan komunikasi, pertukaran informasi, serta dukungan operasional dalam rangka menekan peredaran rokok ilegal. Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah rokok ilegal yang beredar di masyarakat.
Labuan Bajo: Evaluasi dan Strategi Pemberantasan
Di Labuan Bajo, upaya penguatan koordinasi dilakukan melalui Rapat Koordinasi Tim Satuan Tugas Pemberantasan Rokok Ilegal Kabupaten Manggarai Barat pada tanggal 20 Februari. Rapat ini menjadi forum evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 sekaligus penyusunan strategi pemberantasan rokok ilegal pada tahun 2026.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur seperti pemerintah daerah, Satpol PP, Bea Cukai, TNI, Polri, hingga Kejaksaan Negeri. Dengan partisipasi berbagai pihak, diharapkan bisa menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif dan efisien.
Makassar: Monitoring Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau
Penguatan pengawasan juga dilakukan di Makassar melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 pada tanggal 25 Februari. Pembahasan ini bertujuan memastikan bahwa perencanaan kegiatan dan penganggaran yang telah disusun dapat berjalan sesuai target waktu dan alokasi anggaran.
Tujuan utamanya adalah agar penggunaan DBH CHT dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran dalam mendukung pemberantasan rokok ilegal. Dengan dana yang digunakan secara optimal, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara.
Morowali: Kolaborasi dengan Satpol PP
Di Morowali, Bea Cukai memperkuat sinergi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Morowali melalui kegiatan koordinasi yang membahas peningkatan pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal, khususnya rokok dan minuman keras.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama melalui pertukaran informasi, pelaksanaan sosialisasi bersama, serta dukungan dalam kegiatan penegakan hukum di wilayah Morowali, termasuk di sekitar kawasan industri nikel.
Peran Penting Kolaborasi Lintas Instansi
Menurut Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci penting dalam menekan peredaran rokok ilegal di berbagai daerah. Menurutnya, sinergi yang kuat antara Bea Cukai, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat akan memperkuat efektivitas pengawasan di lapangan.
“Upaya pemberantasan rokok ilegal membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait, pengawasan dapat dilakukan lebih optimal sehingga mampu melindungi penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha yang sehat,” ujar Budi.
Kesimpulan
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara Bea Cukai dan berbagai instansi lainnya, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pemberantasan rokok ilegal. Upaya ini tidak hanya melindungi penerimaan negara, tetapi juga menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan adil bagi semua pemangku kepentingan.











Leave a Reply