Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

YLBHI soroti dugaan keterlibatan perwira tinggi dalam kasus Andrie Yunus

Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus dan Dugaan Rantai Komando Militer

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, telah menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai struktur komando dalam lingkungan militer. Muhammad Isnur, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), menyampaikan pandangan bahwa tindakan tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa adanya perintah dari pihak yang lebih tinggi.

Adanya Rantai Komando Terorganisir

Menurut Isnur, tindakan yang dilakukan oleh pelaku tidak bisa dianggap sebagai tindakan individu semata. Ia menilai bahwa dalam struktur operasi militer, setiap tindakan pasti dilakukan atas dasar perintah dan memiliki rantai komando yang jelas.

“Dalam struktur operasi militer seseorang tidak mungkin bergerak tanpa perintah, tanpa adanya rantai komando. Apalagi di lapangan kita lihat para pelaku ini dengan percaya diri melakukan dengan tenang. Artinya dia merasa dia aman karena dia mengerjakan perintah di mana dia nantinya akan mendapatkan kekebalan,” ujar Isnur usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi III DPR.

Ia menegaskan bahwa pola tindakan para pelaku mengindikasikan adanya pihak yang lebih tinggi yang memberi instruksi. Bahkan, ia menduga keterlibatan perwira tinggi dalam rantai komando tersebut perlu diusut secara menyeluruh.

Tuntutan untuk Mengungkap Aktor Utama

Isnur menekankan pentingnya menelusuri seluruh pihak yang terlibat, termasuk mereka yang diduga memberikan perintah maupun pendanaan. Ia mengaitkan hal tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pengusutan kasus hingga ke akar.

“Makanya perintah Presiden Prabowo kan sama sebenarnya. Siapa yang menyuruh bahkan siapa yang mendanai harus dibongkar semua,” katanya.

Menurut Isnur, dalam doktrin militer, setiap tindakan atau operasi tidak mungkin dilakukan tanpa perintah yang jelas. Sebab itu, ia meyakini adanya struktur komando dalam kasus ini.

“Dalam doktrin militer tidak boleh ada satu tindakan, suatu upaya, dan satu operasi tanpa perintah. Maka jelas ini ada perintah, ada komando dan harus diungkap semua rantai komandonya ke atas,” tandasnya.

Identitas Pelaku dan Proses Penyelidikan

Sebelumnya, kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus sudah mulai terang setelah identitas terduga pelaku sudah muncul ke publik. Dalam hal ini, Polda Metro Jaya telah mengumumkan dua inisial pelaku yang disebut eksekutor penyiraman air keras yakni BHC dan MAK.

Sementara itu, dari versi TNI, sebanyak empat prajuritnya diduga kuat terlibat dalam penyiraman air keras kepada Andrie Yunus pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Seluruh tersangka diketahui bertugas di Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI. Saat ini, mereka telah ditahan di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Insiden itu terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng. Podcast yang direkam bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Saat ini Andrie Yunus tengah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut.

Perubahan Jabatan di TNI

Buntut kasus itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, mengumumkan bahwa Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abdimantyo telah menyerahkan jabatannya.

“Kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” kata Aulia dalam konferensi pers di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).

Namun, Aulia enggan mengungkapkan siapa sosok yang menggantikan Yudi untuk menjadi Kabais TNI. Aulia juga enggan memberikan penjelasan lebih lanjut saat ditanya apakah penyerahan jabatan ini berarti Letjen Yudi resmi dicopot.

“Terima kasih,” ujar Aulia singkat sembari meninggalkan ruangan konferensi pers.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *