Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Abdul Hamid Ditemukan dalam Freezer Warung Ayam Geprek

Penemuan Lengkap Bagian Tubuh Korban dalam Kasus Pembunuhan Sadis

Polisi akhirnya berhasil menemukan seluruh bagian tubuh Abdul Hamid (39), seorang karyawan kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kejadian ini terjadi setelah korban dibunuh secara sadis oleh dua rekan kerjanya sendiri.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasi bahwa potongan tangan dan kaki korban telah ditemukan di wilayah Cariu, Kabupaten Bogor. Dengan temuan tersebut, misteri hilangnya bagian tubuh korban akhirnya terjawab.

Sebelumnya, Mayat Abdul Hamid pertama kali ditemukan oleh ES, pemilik kios ayam geprek. Saat itu, ES pulang dari mudik ke Cilacap, Jawa Tengah, dan tidak menemukan sepeda motornya serta uang di meja kasir. Saat membuka freezer, ia kaget melihat mayat yang terbungkus kain dan plastik. Namun, beberapa bagian tubuh korban masih hilang.

Kini, dengan penemuan lengkap bagian tubuh korban, proses pembuktian dalam kasus pembunuhan sadis ini semakin kuat. Hal ini juga menjadi langkah penting dalam pengungkapan kasus yang menggegerkan warga Bekasi.

Pelaku Pembunuhan Sudah Ditangkap

Dalam kasus ini, dua pelaku yang diduga melakukan pembunuhan dan mutilasi korban adalah rekan kerjanya sendiri, berinisial DS alias A dan S. Kedua pelaku berhasil ditangkap oleh tim Subdit Jatanras pada Minggu (29/3/2026) pagi di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, saat mereka mencoba melarikan diri.

Selama proses penangkapan, kedua pelaku tampak tidak berkutik dengan tangan terikat saat digiring petugas ke dalam mobil. Polisi juga mengungkap bahwa para pelaku diduga membawa kabur barang milik pemilik kios, termasuk dua sepeda motor dan uang tunai.

Motif di balik aksi keji tersebut masih terus didalami oleh penyidik. Polda Metro Jaya kini mengedepankan metode scientific crime investigation, termasuk autopsi dan uji forensik, guna mengungkap secara utuh kronologi dan peran masing-masing pelaku dalam kasus ini.

Korban Sebatang Kara

Salah satu warga bernama Aang Wijaya (38) mengaku mengenal korban karena sudah 2,5 tahun bekerja di warung ayam geprek. Korban berasal dari Palembang, Sumatra Selatan, dan tidak memiliki keluarga.

“Kesehariannya dia baik, enggak temperamen. Sama tetangga juga sering mengobrol, sering bantu istilahnya. Dia numpang hidup di sini. Kasihan, sudah sebatang kara,” kata Aang.

Ia menambahkan bahwa pelaku pembunuhan ada yang sudah bekerja selama 4 tahun dan ada yang baru saja bergabung. Awalnya warga kaget dengan adanya pembunuhan, karena sebelumnya hanya mengira ada pembobolan atau pencurian motor.

Warga terakhir melihat korban saat malam takbiran atau Jumat (27/3/2026) malam. Pada Rabu (18/3/2026) malam, ES berpamitan dengan korban dan pelaku hendak mudik ke Cilacap, Jawa Tengah. Kedua pelaku juga mengutarakan rencana untuk mudik ke Batujaya, Karawang serta Cibatu Ciksel, Bekasi. Sedangkan korban tetap tinggal di kios karena tak memiliki keluarga.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *