Pesan Andrie Yunus Pasca Penyiraman Air Keras
Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, memberikan pesan kepada publik setelah menjadi korban penyiraman air keras. Pesan tersebut disampaikan melalui rekaman suara yang diunggah di akun Instagram @kontras_update.
Dalam rekaman suara tersebut, Andrie menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya setelah peristiwa tersebut. Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan tetap kuat dan tegar dengan segala dukungan dari kawan-kawan.
“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” ujarnya dalam rekaman suara yang diambil pada 1 April 2026 dan diunggah pada 2 April 2026, ketika Andrie masih menjalani perawatan intensif.
“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian. A luta continua, panjang umur perjuangan,” tambahnya.
Saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan di ruang High Care Unit (HCU). Baik pasien, keluarga, kuasa hukum, maupun pihak rumah sakit membatasi kunjungan dari siapa pun selama masa perawatan. Pembatasan ini dilakukan agar Andrie dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu, sekaligus menjaga privasi serta ketenangannya selama proses pemulihan.
Hak pasien untuk mendapatkan perlindungan tersebut dijamin oleh undang-undang.
Operasi yang Dilakukan untuk Menangani Cedera Mata
Sejak 23 hari lalu, Andrie mengalami peristiwa penyiraman air keras. Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengungkapkan bahwa pihak Rumah Sakit menemukan dugaan kerusakan pada bola mata Andrie.
Jane menyampaikan hal tersebut dalam orasinya pada Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis. “Per 28 Maret kemarin sudah operasi yang ketiga kalinya dan Andrie ditemukan bahwa kornea matanya mengalami penipisan. Kemudian juga dinding bola matanya mengalami dugaan jebol,” ujarnya.
Kondisi tersebut sudah ditangani oleh tim dokter RSCM yang terdiri dari berbagai spesialis. Penanganan dilakukan oleh tim kegawatdaruratan, dokter bedah mata, hingga dokter rekonstruksi wajah dan bedah kulit.
“Yang akhirnya mata Andrie sudah dioperasi dan sudah ditambal dan juga sudah mengalami beberapa kali penanganan medis lainnya,” jelas Jane.
Ia juga menjelaskan bahwa dokter melakukan penambahan amnion pada lapisan jaringan mata Andrie. Selain itu, jaringan luka bakar yang rusak juga telah diangkat dan kondisinya disebut mulai menunjukkan perbaikan.
Tim medis juga melakukan tindakan cangkok kulit untuk menangani luka bakar yang dialami Andrie. Menurut Jane, langkah tersebut diperlukan karena luka bakar yang dialami Andrie tergolong cukup tebal pada beberapa bagian tubuh Andrie.
Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan ke TNI
Terkait perkembangan proses hukum kasus Andrie Yunus, Polda Metro Jaya menyatakan tidak lagi menangani kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS tersebut. Seluruh berkas perkara dan barang bukti telah dilimpahkan ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan pelimpahan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, sehingga kewenangan penyidikan kini berada di pihak TNI.
“Saat ini kewenangan penyidik Polda Metro Jaya sudah sampai di situ, menyerahkan hasil penyelidikan dan barang bukti secara digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pelimpahan tersebut juga telah disampaikan kepada publik sebelumnya. Meski demikian, kepolisian tetap membuka kemungkinan untuk kembali terlibat apabila ditemukan keterlibatan pelaku dari kalangan sipil.
“Kalau ada keterlibatan sipil, tentu menjadi kewenangan kepolisian untuk menindaklanjuti,” tandasnya.











Leave a Reply