Sosok Pria yang Ancam Mau Bom Minimarket di Banyumanik Semarang, Ngaku Kenal Paspampres
Pada malam hari tanggal 16 April 2026, sebuah kejadian mengejutkan terjadi di kawasan Jalan Watu Kaji Raya, Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang. Seorang pria berusia 49 tahun membuat resah warga setempat dengan tindakan tidak biasa. Ia mulai dari makan bakso hingga melakukan ancaman serius.
Awalnya, pria tersebut mendatangi sebuah konter pulsa dan berbincang dengan penjaga toko. Setelah itu, ia beralih ke warung bakso yang berada di sekitar lokasi. Dedi (28), pegawai warung bakso, mengatakan bahwa pria itu datang sekitar pukul 19.00 WIB dan memesan dua porsi bakso. Satu porsi dimakan di tempat dan satu dibungkus.
Setelah selesai makan, pria tersebut menyatakan ingin pergi ke minimarket untuk mengambil uang. Namun, ia tidak kembali dalam waktu yang singkat. Dedi merasa curiga dan mencari pria tersebut ke minimarket terdekat.
Di sana, Dedi menemukan pria itu sedang membuat keributan dengan kasir. Menurut pengakuan Dedi, pria tersebut marah-marah dan mengklaim kenal orang penting, bahkan mengaku kenal Paspampres, wali kota, dan pemilik pusat minimarket.
Abril (24), karyawan minimarket, menjelaskan bahwa pria tersebut masuk ke dalam toko, sempat ke kamar mandi, lalu berkeliling sebelum mengambil barang berupa pistol mainan dan senter. Dia meminta barang itu langsung dibawa dan menyatakan akan meninggalkan KTP saja. Namun, nadanya terdengar memaksa dan sempat mengancam.
“Dia bilang mau ngebom toko kalau tidak dilayani cepat,” kata Abril.
Mengikuti prosedur operasional, pihak minimarket melaporkan kejadian tersebut ke atasan dan diteruskan ke Polsek Banyumanik. Tak lama berselang, polisi bersama relawan datang ke lokasi dan mengamankan pria tersebut.
Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo, menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan perampasan, melainkan hanya dugaan rencana pemerasan. “Bukan perampasan, tapi baru mau rencana pemerasan,” jelasnya singkat.
Pria yang diketahui bernama Slamet Riyanto (49), warga Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, sempat memberikan keterangan tidak koheren. Ia mengaku hanya ingin membeli pistol mainan untuk anaknya, namun juga mengakui sempat mengancam sebagai bentuk gertakan. “Itu cuma gertakan saja biar cepat dilayani,” ucap dia.
Dari hasil penanganan, polisi menduga yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan. Setelah diamankan dan dimintai keterangan, pria tersebut akhirnya telah diantarkan ke pihak keluarga.
Meski tidak menimbulkan korban, kejadian itu sempat membuat pedagang dan karyawan di sekitar lokasi merasa resah. “Jelas resah, apalagi ada ancaman seperti itu,” kata Abril.
Warga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan situasi lingkungan tetap aman serta kondusif.
Fakta-Fakta Terkait Kejadian
- Pria berusia 49 tahun ini membuat resah warga di kawasan Jalan Watu Kaji Raya, Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang.
- Kejadian bermula saat pria tersebut mendatangi konter pulsa dan berbincang dengan penjaga.
- Setelah makan bakso, pria tersebut mengaku ingin ke minimarket ambil uang, namun tidak kembali.
- Dedi mencari pria tersebut ke minimarket terdekat dan menemukannya membuat keributan.
- Abril, karyawan minimarket, mengungkapkan pria tersebut meminta pistol mainan dan senter, serta mengancam meledakkan toko.
- Polisi mengamankan pria tersebut setelah dilaporkan oleh pihak minimarket.
- Kapolsek Banyumanik menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan perampasan, melainkan dugaan rencana pemerasan.
- Pria tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan dan akhirnya dikembalikan ke keluarga.
- Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan situasi lingkungan tetap aman.










Leave a Reply