Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Ratusan Santri dan Ibu Menyusui Diduga Keracunan MBG

Ratusan Warga Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Demak dan Cianjur

Sejumlah warga di wilayah Kabupaten Demak dan Cianjur dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disebut sebagai Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas dan keamanan program bantuan pangan tersebut.

Di Kabupaten Demak, Ratusan Santri Terdampak

Di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, sebanyak 187 orang diduga menjadi korban keracunan MBG. Korban termasuk santri dari dua pondok pesantren serta kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Menurut Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, beberapa korban mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing. Dari jumlah tersebut, lima orang dirawat di Puskesmas Kebonagung, sementara sisanya dirujuk ke tiga rumah sakit berbeda.

  • Lima orang dirawat di Puskesmas Kebonagung.
  • 23 orang dari Ponpes Bustanul Quran dirujuk ke PKU Muhammadiyah Gubug.
  • 12 orang dari Ponpes Bustanul Quran dirujuk ke Rumah Sakit Getas Pendowo.
  • 67 orang dari Ponpes Asnawiyah dirawat di ponpes, sementara 24 orang dirujuk ke Rumah Sakit Getas Pendowo dan 6 orang ke PKU Gubug.
  • Kelompok B3 terdiri dari lima orang, dengan satu orang dirujuk ke PKU Gubug dan empat lainnya menjalani perawatan jalan di Puskesmas.

Selain itu, bangunan SPPG di Pilangwetan dipasang garis polisi dan operasionalnya dihentikan sementara untuk investigasi lebih lanjut.

Di Kabupaten Cianjur, 63 Balita dan Ibu Menyusui Terkena Dampak

Di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, sebanyak 63 balita dan ibu menyusui dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan melalui posyandu di dua desa, yaitu Desa Sukasirna dan Purabaya.

Kepala Pukesmas Leles, Tedi Nugraha, mengatakan bahwa kasus ini mulai muncul pada Rabu (15/04) hingga Jumat (17/04), dengan puncaknya terjadi pada malam Jumat. Sebagian besar korban mengeluhkan mual, muntah, dan pusing.

  • Total ada 63 orang yang dirawat di bidan, klinik, dan puskesmas.
  • Mayoritas korban adalah balita dan ibu menyusui, dengan beberapa siswa juga terdampak.
  • Gejala umumnya meliputi mual dan muntah-muntah.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mencatat bahwa sebagian besar korban sudah pulih. Hanya beberapa orang yang masih menjalani perawatan. Pihak dinas telah mengambil sampel makanan dan muntahan korban untuk dianalisis di laboratorium guna menentukan penyebab pasti keracunan tersebut.

Langkah Penanganan dan Investigasi

Dalam kedua kasus, pihak berwenang telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Di Demak, SPPG di Pilangwetan ditutup sementara, sementara di Cianjur, pengambilan sampel makanan dan muntahan korban dilakukan untuk memastikan penyebab keracunan.

Meski mayoritas korban sudah pulih, kejadian ini tetap menjadi peringatan penting tentang keamanan pangan yang diberikan dalam program bantuan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika mengalami gejala serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *