Penipuan Bermodus Hipnotis di Medan
Seorang pria tak dikenal melakukan penipuan dengan berpura-pura menjadi pelanggan laundry di Medan. Peristiwa ini terjadi di Jalan AH Nasution, tidak jauh dari fly over Jamin Ginting. Pelaku membawa kabur sepeda motor milik karyawan laundry yang bekerja di lokasi tersebut.
Korban adalah seorang karyawan perempuan yang dipanggil oleh pelaku untuk menjemput 120 sarung jok bus. Awalnya, pelaku mengatakan bahwa sarung-sarung tersebut masih berada di loket bus dekat tempat laundry. Karena merasa aman dan kebijakan laundry menyediakan layanan antar jemput hingga 2 kilometer, karyawan pun setuju.
Pria tak dikenal ini meminta karyawan untuk menemani perjalanan. Ia kemudian menyarankan agar mereka menggunakan sepeda motor agar lebih praktis dalam membawa sarung jok bus tersebut. Dengan posisi korban dibonceng, mereka berangkat menuju loket bus yang dimaksud.
Di perjalanan, pelaku memberhentikan kendaraan dan menanyakan kenapa tidak berhenti di loket awal. Ia menjawab bahwa ada barang tambahan yang harus diambil. Setibanya di loket tersebut, pelaku turun dan masuk ke area bus. Namun, ia keluar tanpa membawa apa-apa, lalu mengatakan bahwa sarung jok bus sudah dibawa ke loket lain.
Selanjutnya, pelaku mengajak karyawan ke area Lanud Soewondo Medan. Di tengah perjalanan, pelaku menepuk pundak korban sehingga membuatnya tidak sadarkan diri. Tanpa disadari, pelaku membawa kabur sepeda motor yang digunakan.
Setelah sadar, korban langsung menangis karena motor sudah hilang. Ia ditemukan oleh warga dan dibawa ke pos Lanud Soewondo. Saat itu, korban sudah ditinggal di daerah sepi selama beberapa menit. Ia kemudian menanyakan keberadaan motornya.
Tindakan Pihak Laundry
Setelah kejadian, pihak laundry melaporkan kasus ini ke polisi. Mereka berharap pelaku dapat ditangkap dan motor kembali. Christine, pemilik laundry, menyampaikan harapan bahwa pihak kepolisian dapat menangani kasus ini dengan adil.
Modus Penipuan yang Menggunakan Hipnotis
Penipuan ini diduga melibatkan hipnotis sebagai alat untuk membuat korban tidak sadarkan diri. Hal ini memperlihatkan tingkat kecerdasan dan kejahatan yang dilakukan oleh pelaku. Modus ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan rasa ketakutan dan kepanikan pada korban.
Pihak laundry juga mengingatkan kepada masyarakat, khususnya pekerja di bidang jasa, untuk tetap waspada terhadap orang-orang asing yang meminta bantuan. Terlebih jika permintaan tersebut terkesan tidak biasa atau terlalu mudah dipenuhi.
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak laundry berencana meningkatkan keamanan di lokasi kerja. Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
- Menambahkan kamera pengawas di area kerja
- Melatih karyawan untuk lebih waspada terhadap orang asing
- Memperkuat sistem komunikasi antar karyawan
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kejahatan dan memberikan rasa aman bagi karyawan dan pengunjung.










Leave a Reply