Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Polemik Pengunduran Diri Aipda Vicky Aristo Katiandagho dari Polri Usai Tangani Kasus Korupsi

Perjalanan Aipda Vicky Aristo Katiandagho dari Kepolisian ke Dunia Usaha

Aipda Vicky Aristo Katiandagho menjadi sorotan publik setelah video pengunduran dirinya dari kepolisian beredar luas di media sosial. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus (Tipidkor) Sat Reskrim Polres Minahasa, Polda Sulawesi Utara. Vicky dikenal sedang menangani perkara dugaan korupsi yang melibatkan pejabat penting di Kabupaten Minahasa.

Keputusan untuk mundur dari institusi Polri memicu berbagai spekulasi, terutama karena terjadi pada saat kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Hal ini membuat masyarakat dan netizen bertanya-tanya apa sebenarnya alasan di balik keputusan Vicky.

Kasus Korupsi yang Ditangani

Perkara yang ditangani oleh Vicky berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan, sebuah program yang digagas Bupati Minahasa pada tahun 2020. Penyelidikan kasus ini dimulai sejak Januari 2021 dan setelah melalui gelar perkara di Direktorat Reskrimsus Polda Sulut, statusnya ditingkatkan menjadi penyidikan pada September 2024.

Vicky bersama timnya bahkan sudah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara untuk melakukan audit kerugian negara. Namun, di tengah proses penyidikan, ia mengalami mutasi ke Polres Kepulauan Talaud, sebuah keputusan yang menurutnya datang tiba-tiba tanpa penjelasan yang jelas.

Mutasi dan Pengunduran Diri

Mutasi mendadak tersebut menjadi salah satu alasan Vicky memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri. Ia mengaku sudah mengajukan permohonan sejak Juni 2025, tetapi baru disetujui pada Januari 2026. Dalam pernyataannya, Vicky menegaskan bahwa keputusan mundur bukan semata-mata karena mutasi, melainkan juga pilihan pribadi yang sudah dipertimbangkan bersama keluarga.

Kini, ia memilih jalur hidup baru dengan berjualan kopi, sebuah aktivitas yang ia sebut masih sangat dinikmati. Ini merupakan transisi yang cukup kontras dari dunia penyidikan kasus korupsi ke dunia usaha kecil.

Klarifikasi Polda Sulut

Menanggapi viralnya video pengunduran diri Vicky, Polda Sulawesi Utara memberikan klarifikasi resmi. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, menegaskan bahwa mutasi terhadap Vicky bersifat rutin dan merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Ia menambahkan, jika seorang anggota dimutasi saat menangani perkara, maka tugas tersebut akan otomatis dilanjutkan oleh pejabat penggantinya agar penyidikan tetap berjalan.

Polda juga membantah adanya tekanan di balik pengunduran diri Vicky, menekankan bahwa keputusan tersebut murni atas kemauan sendiri dan persetujuan keluarga.

Persepsi Publik dan Narasi Media Sosial

Meski klarifikasi sudah diberikan, narasi yang berkembang di media sosial tetap menyoroti kemungkinan adanya kaitan antara mutasi dan kasus korupsi yang ditangani Vicky. Publik menilai bahwa mutasi di tubuh Polri sering menimbulkan persepsi negatif, terutama bila terjadi saat penanganan perkara sensitif.

Polda Sulut pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang dianggap telah mengalami distorsi fakta. Mereka menekankan pentingnya menjaga objektivitas dan tidak menyimpulkan sesuatu tanpa data yang jelas.

Kehidupan Baru

Setelah resmi mundur, Vicky kini menekuni usaha kopi. Dalam wawancara singkat, ia menyampaikan bahwa dirinya masih menikmati aktivitas berjualan kopi, sebuah transisi yang cukup kontras dari dunia penyidikan kasus korupsi ke dunia usaha kecil. Langkah ini menunjukkan pilihan sadar untuk menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan tenang, meskipun meninggalkan karier panjang di kepolisian.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *