Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Terungkap! Mayat di Sungai Mrican Jombang Ternyata Korban Pembunuhan dengan Luka Bacok di Leher

Identitas Korban Pembunuhan di Jombang Terungkap

Identitas korban pembunuhan yang ditemukan di Sungai Mrican, Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur akhirnya terungkap. Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Kediri.

Korban bernama Anang Sularso (36), warga Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kediri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Jumat (10/4/2026) dengan membawa sepeda motor dan ponsel.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan identitas korban terungkap setelah dilakukan proses identifikasi di RSUD Jombang. “Identitas jenazah inisial AR, usia 36 tahun, alamat Kecamatan Gurah, Kediri,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Selain proses identifikasi, jenazah korban juga telah diautopsi pada Minggu (13/4/2026) di RSUD Jombang. Proses autopsi melibatkan tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri. Dari hasil autopsi, polisi memastikan kematian korban tidak wajar dan merupakan akibat tindak pidana pembunuhan. “Hasil autopsi kematian tidak wajar, korban merupakan korban tindak pidana,” jelas Dimas.

Korban diduga menjadi korban pembunuhan sadis. Polisi menemukan sedikitnya tiga luka bacok pada tubuh korban. Luka tersebut meliputi luka terbuka pada pipi kiri, luka terbuka pada leher sebelah kanan, serta luka terbuka pada lengan kiri. “Luka penyebab kematian korban adalah luka terbuka pada leher sebelah kanan,” tegas Dimas.

Saat ini, kasus dugaan pembunuhan di Jombang tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Jombang. Polisi tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan tersebut.

Penemuan Mayat yang Menggegerkan Warga

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang digegerkan dengan penemuan mayat pria di Jombang yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan, Minggu (12/4/2026). Korban ditemukan tersangkut di cor pembatas Sekunder Turi Baru oleh seorang petani saat beraktivitas di sekitar lokasi. Saat ditemukan, kondisi korban hanya mengenakan celana dalam dan dalam posisi tengkurap.

Kepala Dusun Paras, Johan Dwi Santoso, mengatakan penemuan tersebut langsung membuat warga sekitar heboh. “Posisinya hanya mengenakan celana dalam saja, tengkurap dan menyangkut di cor pembatas sungai,” ujarnya. Pihaknya menegaskan saat proses evakuasi dilakukan, warga dan petugas menemukan adanya luka serius pada tubuh korban. Luka tersebut terlihat menganga di bagian leher.

“Ada luka seperti digorok di lehernya, entah pembunuhan atau bagaimana,” tambah Johan.

Proses Penyelidikan dan Langkah-Langkah yang Dilakukan

Setelah penemuan mayat tersebut, pihak kepolisian segera melakukan langkah-langkah penyelidikan. Proses identifikasi korban dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, yang dipimpin oleh tim medis dan ahli forensik. Hasil identifikasi memperkuat dugaan bahwa korban adalah Anang Sularso, warga Kediri.

Proses autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti. Hasilnya menunjukkan bahwa korban meninggal karena luka bacok di bagian leher, yang diduga merupakan tindakan pembunuhan. Hal ini memicu investigasi lebih lanjut terhadap kemungkinan pelaku dan motif di balik kejahatan tersebut.

Polisi juga melakukan pengumpulan bukti-bukti di lokasi kejadian, termasuk mencari saksi mata dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar area. Selain itu, pihak kepolisian juga menghubungi keluarga korban untuk meminta keterangan lebih lanjut tentang kehidupan korban sebelum hilang.

Reaksi Masyarakat dan Harapan untuk Kejelasan Kasus

Penemuan mayat yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan mengundang reaksi dari masyarakat setempat. Banyak warga merasa prihatin dan khawatir akan keselamatan diri mereka sendiri. Beberapa dari mereka bahkan menyampaikan dukungan kepada keluarga korban serta harapan agar kasus ini dapat segera terungkap.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan transparan. Mereka berharap bisa menemukan pelaku pembunuhan dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung. Semua pihak diharapkan tetap tenang dan tidak terpicu oleh spekulasi yang tidak jelas sumbernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *