Kodam IX/Udayana Bertanggung Jawab atas Kecelakaan Lalu Lintas
Kodam IX/Udayana telah menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas kecelakaan yang melibatkan truk dinas TNI jenis Hino dengan nomor polisi 8243-IX dan sepeda motor Honda milik warga. Kejadian ini terjadi di Desa Luwus, Baturiti, Tabanan.
Menurut Kapendam IX/Udayana, Kolonel Widi Rahman, kecelakaan terjadi pada Jumat (10/4) sore pukul 16.20 WITA di Jalan Raya Denpasar-Singaraja. Pihak TNI memberikan keterangan resmi kepada awak media di Denpasar pada Senin (13/4) kemarin.
Lokasi kejadian berada di Jalan Denpasar-Singaraja, tepatnya di depan UPT Balai Benih Induk Tanaman Pangan Provinsi Bali, Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Truk TNI tersebut dikemudikan oleh Pratu Agung Mesyak Napalior Timbola, anggota Komlekdam IX/Udayana. Saat kejadian, Pratu Agung sedang melaksanakan tugas pengantaran personel menuju Yonif 900/SBW Singaraja.
Kendaraan dinas tersebut membawa 18 personel Satgas Pamtas PNG dalam rangka tugas serpas ke wilayah tujuan. Pengemudi sepeda motor diketahui bernama I Putu Krisnawan, 21 tahun, warga setempat.
Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kecelakaan terjadi saat kedua kendaraan sama-sama melakukan manuver mendahului kendaraan lain dari arah berlawanan. Pengemudi truk sempat berupaya menghindari tabrakan dengan membanting setir, tetapi benturan tidak dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan meninggal dunia. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS Semara Ratih sebelum dirujuk ke RSUD Singasana.
Kodam Udayana memastikan untuk segera menangani dampak kecelakaan lalu lintas di Tabanan dengan mengamankan TKP dan mendampingi keluarga korban. Jajaran Komlekdam IX/Udayana bahkan telah berkunjung ke rumah duka untuk memberikan dukungan moral serta bantuan santunan.
Meskipun keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah, Kodam IX/Udayana tetap berkomitmen menyelesaikan perkara secara transparan sesuai hukum. Langkah evaluasi dan pembinaan internal pun segera dilakukan sebagai upaya pencegahan di masa depan.
“Kami berduka cita sedalam-dalamnya. Penanganan kasus ini dipastikan berjalan terbuka dan sesuai prosedur,” ujar Kapendam IX/Udayana.
Tindakan Kodam IX/Udayana Pasca-Kecelakaan
Setelah kejadian, Kodam IX/Udayana segera mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan semua prosedur hukum diterapkan secara benar. Mereka juga melakukan koordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan kejadian ini tidak terulang kembali.
Selain itu, Kodam IX/Udayana juga menunjukkan perhatian yang besar terhadap keluarga korban. Mereka memberikan dukungan moral dan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kejadian yang tak terduga ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kapendam IX/Udayana menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kehilangan yang dialami oleh keluarga korban. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menjalankan tugas dengan tanggung jawab.
Upaya Pencegahan di Masa Depan
Sebagai bagian dari tindakan pencegahan, Kodam IX/Udayana melakukan evaluasi internal terhadap seluruh operasi lalu lintas yang dilakukan oleh unit-unit mereka. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua petugas memiliki kesadaran tinggi akan keselamatan berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.
Selain itu, pelatihan dan pembinaan rutin akan diperkuat agar para anggota TNI lebih siap menghadapi situasi darurat di jalan raya. Dengan demikian, Kodam IX/Udayana berharap dapat mengurangi risiko kecelakaan yang tidak diinginkan di masa depan.











Leave a Reply