Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Balita Kediri Tewas dengan Luka Lebam, Nenek Jadi Tersangka

Kasus Kekerasan pada Balita di Kediri

Seorang balita berinisial NIZ (4) ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (15/4/2026). Penyebab kematian anak tersebut adalah luka lebam yang terdapat di sekujur tubuhnya. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan nenek korban, Sumilah (64), sebagai tersangka atas kekerasan yang dilakukannya.

Sumilah diduga menggunakan kayu dan paralon untuk memukuli NIZ. Dalam pemeriksaan, ia mengaku kesal karena cucunya tidak menuruti perintahnya. Tindakan itu dilakukan dengan maksud agar korban menurut, namun akhirnya menyebabkan kematian.

Penetapan Tersangka

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang dikumpulkan, pihak kepolisian menetapkan satu orang tersangka, yaitu Sumilah. Ia dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 2 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 4 Ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, seperti potongan kayu, paralon, bak mandi plastik, dan pakaian milik korban.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula pada siang hari saat ibu kandung dan ayah tiri korban sedang bekerja. Sumilah meminta NIZ untuk makan lalu tidur siang, tetapi korban menolak. Hal ini membuat Sumilah marah dan langsung melakukan pemukulan.

Dengan gagang sapu dan paralon, Sumilah memukuli NIZ secara bertubi-tubi. Setelah dipukuli, balita tersebut pergi ke dapur untuk berendam di dalam timba cucian berisi air. Saat ibu korban pulang bekerja sekitar pukul 17.00 WIB, ia menemukan anaknya sudah tidak bernyawa.

Hasil Autopsi

Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban meninggal akibat pendarahan hebat di rongga perut. Dokter forensik RS Bhayangkara Kediri, dr. Aditya Ganuarda, menjelaskan bahwa dari pemeriksaan luar, ditemukan luka memar di wajah, kepala, dada, perut, punggung, dan pinggang.

Dalam pemeriksaan organ dalam, ditemukan darah di rongga perut, yang seharusnya tidak ada. Ini menunjukkan adanya pendarahan akibat kekerasan. Dr. Aditya juga menyebut bahwa kemungkinan besar kekerasan terjadi pada ginjal, yang dipicu oleh luka-luka di bagian luar tubuh.

Korban Lain

Sayangnya, NIZ bukan satu-satunya korban kekerasan dari Sumilah. Dua kakak perempuan NIZ juga menjadi korban penganiayaan. Mereka sering kali dipukul dan dicubit hingga memiliki banyak luka lebam di tubuhnya.

Kini, dua korban lain tersebut telah dititipkan ke panti asuhan untuk menjalani pemulihan, baik secara fisik maupun psikis. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswari, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengevakuasi kedua anak tersebut ke tempat yang aman dan memberikan penanganan dari Dinas Kesehatan.

Lingkungan Keluarga

NIZ tinggal bersama dua kakaknya, ibu kandung, ayah tiri, dan neneknya di rumah sederhana yang terletak di gang sempit. Kehidupan keluarga ini tergolong kurang mampu. Ayah tirinya bekerja serabutan, sementara ibu kandungnya bekerja sebagai pemijat. Di saat mereka sibuk bekerja, NIZ dan dua kakaknya diasuh oleh neneknya.

Ketiga bocah tersebut tidak pernah mengenyam pendidikan karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan. Mereka hanya tinggal di rumah sederhana dengan lingkungan yang sempit dan kurang layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *