Kasus Kekerasan Nenek terhadap Cucu Balita di Kota Kediri Terungkap
Kasus kematian seorang balita di Kota Kediri yang diduga disebabkan oleh penganiayaan oleh neneknya menjadi perhatian masyarakat. Akhirnya, penyebab kematian Muhammad Alfahriza Mukhtar (3) warga Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri terungkap setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh pihak berwajib.
Korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (15/4/2026). Pelaku, Sumilah (64), diamankan sejak awal kejadian. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan Sumilah sebagai tersangka utama dalam kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya sempat mengamankan tiga orang, yakni ayah tiri korban, ibu kandung, dan nenek korban. Namun, dari hasil penyelidikan, hanya nenek korban yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kami kumpulkan, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni nenek korban berinisial S,” ungkap AKP Achmad Elyasarif Martadinata, Jumat (17/4/2026).
Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan autopsi sebelum akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat rumahnya pada Kamis (16/4/2026). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Barang bukti itu di antaranya potongan kayu, paralon, bak mandi plastik, serta pakaian milik korban.
Motif Karena Kesal
Elyasarif mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tersangka, aksi kekerasan dilakukan karena pelaku merasa kesal terhadap korban yang dianggap tidak menurut. “Tersangka mengaku kesal karena korban tidak menuruti perintah. Kemudian melakukan pemukulan supaya korban menurut, namun ternyata mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.
Selain terhadap korban NIZ, tersangka juga diduga melakukan kekerasan terhadap dua kakak korban yang masih di bawah umur. Keduanya disebut mengalami penganiayaan dengan dicubit dan pukulan. “Dari hasil pendalaman, kami menemukan adanya dugaan penganiayaan terhadap dua saudara korban lainnya. Saat ini masih kami dalami lebih lanjut,” tambahnya.
Sebelumnya, warga Kelurahan Ngronggo sempat digegerkan dengan kabar meninggalnya balita tersebut. Warga yang curiga dengan kondisi korban langsung memeriksa dan mendapati korban sudah tidak bernyawa sebelum akhirnya melaporkan ke pihak kepolisian.
Korban saat dilakukan pemeriksaan ditemukan luka lebam pada perut serta pelipis. Saat kejadian, kedua orang tua korban tidak berada di rumah. Ayah tiri korban diketahui sedang bekerja, sementara ibu korban tengah bekerja sebagai tukang pijat.
“Saat ibu korban pulang, ia mendapati anaknya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kemudian melaporkan ke tetangga ternyata setelah dicek sudah meninggal,” pungkas Elyasarif.











Leave a Reply