Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Puluhan Pilar Nisan Dirusak, Besi Dijual Rp5.000 per Kilo

Aksi Mencurigakan di Tempat Pemakaman Umum

Di sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gang Wakaf, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, kembali terjadi aksi yang menimbulkan kekhawatiran. Puluhan rehal (penyangga nisan) kuburan ditemukan dalam kondisi rusak dan bagian besinya hilang. Kejadian ini terjadi pada Rabu (22/4), dan diduga dilakukan oleh seseorang yang dikenal sebagai “rayap besi”.

Pelaku yang diperkirakan menggunakan narkoba jenis sabu ini tampaknya tidak memiliki rasa takut atau khawatir saat melakukan aksinya. Hal ini membuat warga sekitar dan ahli waris merasa resah dengan tindakan pelaku.

Seorang warga setempat, Rudy, mengungkapkan bahwa besi dari rehal kuburan tersebut dijual kepada pemulung dengan harga sekitar Rp 5 ribu per kilogram. Uang hasil penjualan itu kemudian digunakan untuk membeli sabu. “Besi dari rehal kuburan ini diambil dan dijual pelaku kepada pemulung dengan harga sekitar lima ribu rupiah per kilo, dan uangnya digunakan untuk beli sabu,” jelas Rudy.

Aksi “rayap besi” ini diperkirakan terjadi pada malam hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku bekerja tanpa rasa takut dan khawatir. Dugaan ini semakin kuat karena pelaku diketahui memiliki ketergantungan terhadap narkoba.

Camat Medan Deli, Aidil Putra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelaku adalah warga setempat yang sudah berulang kali ditegur. “Pelaku adalah warga sekitar yang sudah berulang kali diingatkan. Namun tetap berulah karena ketergantungan terhadap sabu dan sudah mulai mengalami gangguan,” kata Aidil Putra.

Ia juga mengakui bahwa TPU yang digunakan warga Kelurahan Tanjung Mulia dan Tanjung Mulia Hilir itu belum memiliki pengurus resmi yang bertugas merawat dan menjaganya. “Dalam waktu dekat kita bentuk pengurus agar kuburan itu ada yang jaga,” janjinya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi, menyatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima pelaku pengrusakan kuburan dimaksud. “Belum ada diserahkan dan saat ini kami masih menunggu,” pungkasnya.

Penyebab dan Dampak Aksi Pelaku

Beberapa faktor mungkin menjadi penyebab aksi pelaku. Pertama, ketergantungan terhadap narkoba seperti sabu bisa membuat seseorang kehilangan kontrol diri dan melakukan tindakan yang tidak terduga. Kedua, kurangnya pengawasan di area TPU bisa memberikan kesempatan bagi pelaku untuk melakukan aksinya tanpa takut tertangkap.

Selain itu, keberadaan TPU yang tidak memiliki pengurus resmi juga memperparah situasi. Tanpa pengelola yang bertanggung jawab, kebersihan dan keamanan kuburan tidak terjaga. Hal ini bisa membuat warga merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap keberadaan makam mereka.

Langkah yang Dilakukan

Pihak berwenang dan warga setempat sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembentukan pengurus resmi untuk TPU. Dengan adanya pengurus, kebersihan dan keamanan kuburan bisa lebih diperhatikan.

Selain itu, polisi juga sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku. Meski sampai saat ini belum ada informasi tentang penangkapan, upaya investigasi terus dilakukan agar pelaku dapat ditangani secara hukum.

Kesimpulan

Aksi pencurian besi dari rehal kuburan yang dilakukan oleh pelaku “rayap besi” menunjukkan betapa pentingnya pengawasan dan pengelolaan TPU. Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan akan bahaya narkoba yang bisa mengubah perilaku seseorang menjadi tidak terduga. Dengan kolaborasi antara pihak berwenang dan warga, diharapkan masalah ini dapat segera terselesaikan dan kejadian serupa tidak terulang lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *