Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Aksi Geng Pemanah di Bima, Remaja 15 Tahun Jadi Korban

Aksi Geng Pemanah di Desa Tenga Menghebohkan Warga Bima

Di tengah kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Desa Tenga, Kecamatan Monta. Aksi geng pemanah yang dilakukan oleh sejumlah individu mengakibatkan luka pada salah satu warga setempat. Peristiwa ini akhirnya berujung pada penangkapan oleh pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu, 25 April 2026, sekitar pukul 14.29 Wita. Korban yang terluka adalah Sabrin Rizki, seorang remaja berusia 15 tahun. Anak panah yang ditembakkan oleh pelaku menancap di bagian siku tangan kirinya, sehingga membutuhkan perawatan medis.

Menurut Arif Fadel, salah satu anggota keluarga korban, aksi tersebut dilakukan secara berkelompok dan terekam jelas melalui kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman itu, para terduga pelaku terlihat datang menggunakan sejumlah kendaraan bermotor. “Ada sekitar lima kendaraan bermotor yang ditumpangi para terduga pelaku,” ujar Arif.

Setelah kejadian tersebut, suasana di lokasi sempat memanas. Warga yang merasa geram langsung melakukan aksi pemblokiran jalan sebagai bentuk protes dan mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap para pelaku. “Kami sudah mendapatkan informasi dari pihak kepolisian, terduga pelaku telah diamankan,” tambah Arif.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bima, AKP Abdul Malik, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan para terduga pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut. “Benar, sudah diamankan,” singkatnya.

Proses Penyelidikan dan Imbauan kepada Masyarakat

Saat ini, para pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi kriminal tersebut. Petugas kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua fakta terungkap dan tidak ada pihak yang terlewat dalam proses hukum.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi atau mengganggu proses penyelidikan.

Tindakan Lanjutan dan Kesadaran Masyarakat

Aksi geng pemanah ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat bahwa tindakan kriminal seperti ini harus segera ditangani dengan serius. Keberadaan CCTV di area publik membantu dalam proses penyelidikan dan memberikan bukti yang jelas tentang kejadian yang terjadi.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk tetap waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib. Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat kepolisian, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan dan keamanan di lingkungan sekitar dapat terjaga.

Langkah Preventif dan Edukasi

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak kepolisian juga berencana melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan hukum dan konsekuensi dari tindakan kriminal. Selain itu, penguatan pengawasan di wilayah-wilayah yang rawan juga akan dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Bima dapat terjaga, serta mencegah munculnya aksi-aksi kriminal yang dapat meresahkan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *