Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Bom Bus di Kolombia Tewaskan 13 Orang, Militer Sebut Terkait Narkoba

Serangan Bom di Bus Kolombia Menewaskan 13 Orang

Sebuah bom meledak di dalam bus yang sedang melaju di Jalan Raya Panamerika, Kolombia, menewaskan 13 orang dan melukai 38 lainnya. Insiden ini terjadi pada hari Sabtu (25/4/2026) dan dituduhkan kepada kelompok pemberontak FARC yang menolak perjanjian damai tahun 2016. Serangan ini merupakan bagian dari sedikitnya 26 serangan yang terjadi dalam dua hari terakhir di barat daya Kolombia.

Pemerintah Kolombia mengecam keras serangan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan ini adalah aksi terorisme. Dalam konferensi pers, Jenderal Hugo López, panglima Angkatan Bersenjata Kolombia, mengatakan bahwa pengeboman ini dilakukan oleh jaringan seorang pria yang dikenal sebagai “Iván Mordisco” dan faksi Jaime Martínez. Keduanya adalah mantan anggota Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang kini tidak aktif dan belum mematuhi perjanjian damai dengan pemerintah.

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengecam serangan itu secara keras. Ia menyebut pelaku sebagai teroris, fasis, dan pengedar narkoba. Serangan ini juga menargetkan warga sipil, termasuk banyak warga Pribumi. Selain itu, lima anak-anak juga terluka dalam insiden ini, menurut laporan Sekretaris Kesehatan Cauca Carolina Camargo.

Penembakan dan Serangan Terhadap Infrastruktur Publik

Serangan-serangan ini menjadi bagian dari eskalasi kekerasan yang terjadi di wilayah barat daya Kolombia. Dalam dua hari terakhir, setidaknya 26 insiden telah terjadi, termasuk penembakan di sebuah kantor polisi di daerah pedesaan Jamundi dan serangan terhadap fasilitas radar Penerbangan Sipil di El Tambo. Otoritas berhasil menjatuhkan tiga drone bermuatan bahan peledak sebelum ledakan terjadi, tetapi tidak ada korban jiwa.

Pada Jumat, dua kendaraan yang dipasang bahan peledak diledakkan di dekat kesatuan militer di Cali dan Palmira, menyebabkan kerusakan material. Eskalasi kekerasan ini mendorong mobilisasi pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertahanan Pedro Sánchez, yang memimpin delegasi yang bertemu di Palmira ketika ledakan mematikan terjadi.

Respons Pemerintah dan Upaya Penanggulangan

Dalam pernyataannya di X, Sánchez menyatakan bahwa para kriminal berupaya menanamkan rasa takut, tetapi pemerintah akan merespons dengan ketegasan. Francisca Toro, gubernur Valle del Cauca, meminta pemerintah nasional untuk memberikan dukungan segera. Ia menyerukan penguatan pasukan keamanan publik, peningkatan operasi intelijen, dan tindakan tegas terhadap kejahatan dalam menghadapi “eskalasi setingkat terorisme.”

Menurut pihak berwenang, Cauca dan Valle del Cauca berfungsi sebagai pusat penting bagi aktivitas ilegal kelompok-kelompok bersenjata yang bersaing untuk menguasai jalur akses laut dan sungai menuju pelabuhan Buenaventura — titik transit utama yang digunakan untuk menyelundupkan narkoba ke Amerika Tengah dan Eropa.

Hadiah bagi Informasi tentang Pelaku

Pemerintah juga menawarkan hadiah lebih dari 1 juta dolar bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan “Marlon,” yang diidentifikasi sebagai pemimpin kelompok pemberontak di wilayah tersebut. Pada Jumat, otoritas setempat menawarkan lebih dari 14.000 dolar untuk informasi yang mengarah pada identifikasi dan lokasi para pelaku serangan di Cali dan Palmira.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *