Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Komnas HAM Umumkan Temuan CCTV Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Temuan Baru Komnas HAM dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah mengungkap beberapa temuan baru terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus. Temuan ini diperoleh melalui pemeriksaan terhadap delapan pihak serta analisis rekaman kamera pengawas atau CCTV dan data komunikasi.



Kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus. (Reuters: Willy Kurniawan)

Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Senin (27/4/2026), Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, Saurlin P Siagian, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis dan bukti-bukti seperti rekaman CCTV, hasil analisis seluler dari kepolisian, teknologi yang digunakan oleh kepolisian untuk mengakses percakapan dari BTS (Base Transceiver Station), serta keterangan saksi, Komnas HAM menyimpulkan bahwa setidak-tidaknya terdapat empat belas orang yang saling terhubung di sekitar kantor YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), Jakarta Pusat.

Selain itu, terdapat lebih dari lima orang tak dikenal lain yang berada di lokasi dengan aktivitas mencurigakan serta dugaan keterlibatan pelaku lain yang tidak berada di tempat kejadian.

Komnas HAM juga menemukan indikasi penggunaan identitas palsu dalam registrasi nomor telepon, yang diaktifkan hanya satu hingga dua hari sebelum kejadian. “Patut diduga juga para pelaku menggunakan identitas atas nama lain untuk meregistrasi nomor HP telepon selulernya, di antaranya menggunakan nama anak berusia lima tahun, ibu rumah tangga, dan lansia guna menutupi identitasnya,” kata Saurlin.

Temuan lain menurut dia, menunjukkan keterkaitan pergerakan pelaku dengan sebuah lokasi yang diduga menjadi titik awal aktivitas sebelum kejadian penyiraman air keras. Selain itu, pelaku diduga membawa barang mencurigakan seperti plastik berisi cairan dan perangkat tertentu, serta masih mengikuti korban setelah kejadian.

Komnas HAM menilai rangkaian temuan tersebut menunjukkan pola koordinasi yang kuat sehingga memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Upaya pengungkapan menyeluruh dinilai penting untuk memastikan semua pihak yang terlibat dapat diidentifikasi dan diproses sesuai hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *