Aksi Pemalakan di Jalan Sei Blumai, Deli Serdah Memicu Kekesalan Publik
Sebuah video yang memperlihatkan aksi pemalakan terhadap sopir truk di Jalan Sei Blumai, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik. Peristiwa ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, terutama netizen yang merasa tidak nyaman dengan kejahatan semacam ini.
Video tersebut menunjukkan dua orang preman jalanan yang mencoba memalak sopir truk. Dalam video berdurasi 2 menit 2 detik tersebut, terjadi adu mulut antara sopir dan pelaku. Sopir menolak untuk memberikan uang sebesar Rp 20 ribu sesuai permintaan para pelaku. Permintaan ini disertai ancaman, sehingga membuat situasi semakin memanas.
Sopir truk mengklaim bahwa ia hanya akan membayar jika ada kwitansi resmi dari perusahaan. Ia menyampaikan, “Buat dulu kwitansinya kami dari PT (Perusahaan). Kami cari makan juga ini.” Hal ini menunjukkan bahwa sopir memiliki alasan kuat untuk tidak langsung memberikan uang tanpa bukti apapun.
Selain itu, sopir juga menyebutkan bahwa sebelumnya ia sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 10 ribu dari pemalak lain. Hal ini menunjukkan bahwa kasus pemalakan bukanlah hal baru bagi para pengemudi truk di wilayah tersebut.
Para pelaku kemudian melontarkan ancaman keras kepada sopir. Salah satu dari mereka berkata, “Nggak ada uang lagi. Bakarlah (tantang balik sopir truk).” Situasi ini memicu ketegangan yang tinggi antara kedua belah pihak.
Penanganan oleh Polisi
Saat ini, dua pelaku pemalakan tersebut sedang dicari oleh Polsek Tanjung Morawa. Lokasi pemalakan diketahui berada di dekat pertigaan simpang Jalan Ekadura, Desa Tanjung Morawa B. Informasi yang diberikan oleh pemerintah desa setempat menyebutkan bahwa kedua pelaku bernama Daniel dan Wawan.
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan tindak lanjut atas video yang viral tersebut. Menurutnya, peristiwa pemalakan terjadi pada Jumat (24/4/2026). Ia menjelaskan, “Sudah kami tindak lanjuti namun di lapangan sudah kosong. Kami dalami lagi ini. Kalau peristiwanya hari Jumat itu.”
Meski begitu, peristiwa pemalakan terhadap sopir truk bukanlah hal baru. Kejadian serupa sering terjadi dan kerap kali viral. Setelah video viral, para pelaku biasanya langsung dicari oleh polisi dan dilakukan pembinaan. Namun, meskipun demikian, aksi serupa masih sering dirasakan oleh para sopir.
Reaksi Masyarakat dan Tantangan Hukum
Peristiwa ini memicu reaksi dari masyarakat, terutama karena dianggap sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab. Banyak netizen mengkritik aparat penegak hukum yang dinilai tidak bertindak tegas dalam menangani kasus seperti ini. Mereka berharap agar kepolisian lebih aktif dalam mencegah aksi pemalakan yang meresahkan masyarakat.
Beberapa warga juga menyoroti pentingnya adanya kesadaran hukum dan keberanian untuk melaporkan kejahatan. Dengan adanya kesadaran ini, diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.











Leave a Reply