Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Polda Sumut ungkap 134 kasus narkoba dalam tiga hari

Dalam tiga hari terakhir, Kepolisian Daerah Sumatera Utara berhasil mengungkap sejumlah besar kasus narkotika. Dari 13 hingga 15 Mei 2026, polisi menangani 134 kasus dengan total 179 tersangka. Selain itu, mereka juga menggerebek 26 gubuk yang diduga sering digunakan sebagai tempat transaksi atau penggunaan narkoba.

Komisaris Besar Ferry Walintukan, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, menjelaskan bahwa petugas menyita berbagai barang bukti dari operasi tersebut. Barang bukti yang ditemukan antara lain 937,71 gram ganja, 491,76 gram sabu, 76,50 butir pil ekstasi, serta empat
vape
yang mengandung etomidate. “Petugas melakukan penindakan terhadap jaringan narkotika, mulai dari pengguna, pengedar, hingga bandar. Lokasi-lokasi yang selama ini dijadikan sarang narkoba juga menjadi sasaran utama penertiban,” ujar Ferry dalam keterangan resmi.

Menurut Ferry, sebanyak 54 tersangka merupakan target operasi. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 148,39 gram sabu, 181,70 gram ganja, 35,50 butir pil ekstasi, dan empat
vape
mengandung etomidate.

Selain itu, polisi juga mengungkap 55 kasus dengan 83 tersangka dari lokasi-lokasi yang telah menjadi target operasi Polda Sumatera Utara. Dalam kategori ini, polisi menyita 300,24 gram sabu, 407,20 gram ganja, serta lima butir pil ekstasi. “Pengungkapan menonjol terjadi di wilayah Mandailing Natal dengan barang bukti mencapai 166,25 gram sabu dan 211,50 gram ganja,” tambah Ferry.

Polisi juga menangkap 42 tersangka dari 25 kasus non-target operasi. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 43,13 gram sabu, 348,51 gram ganja, dan 36 butir pil ekstasi. “Polda Sumut memastikan penindakan terhadap jaringan narkotika akan terus diperluas sebagai langkah nyata menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman bahaya narkoba,” ujar Ferry.

Upaya Penanggulangan Narkoba

Kepolisian Daerah Sumatera Utara terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba. Operasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk menangkap pelaku, tetapi juga untuk menghentikan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Berbagai lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi maupun penggunaan narkoba disasar secara langsung.

Beberapa lokasi yang menjadi fokus operasi antara lain gubuk-gubuk yang sering digunakan oleh para pengguna. Polisi juga menargetkan daerah-daerah yang sebelumnya diketahui memiliki tingkat kejahatan narkoba yang tinggi. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat hidup dalam lingkungan yang lebih aman dan bebas dari ancaman narkoba.

Tindakan Terhadap Jaringan Narkoba

Operasi yang dilakukan oleh Polda Sumatera Utara melibatkan berbagai level jaringan narkoba. Mulai dari pengguna, pengedar hingga bandar. Setiap tingkat dari jaringan tersebut mendapatkan perhatian khusus dari aparat kepolisian. Hal ini menunjukkan komitmen penuh dari pihak kepolisian untuk memberantas narkoba secara menyeluruh.

Penindakan terhadap jaringan narkoba juga dilakukan dengan pendekatan yang lebih luas. Polisi tidak hanya fokus pada pengungkapan kasus, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan bisa mengurangi jumlah pengguna narkoba di masa depan.

Keberhasilan Operasi

Hasil operasi yang dilakukan dalam tiga hari terakhir menunjukkan keberhasilan dalam penanggulangan narkoba. Banyak tersangka yang berhasil ditangkap dan banyak barang bukti yang disita. Angka-angka yang diberikan menunjukkan betapa besar peran polisi dalam memerangi narkoba di wilayah Sumatera Utara.

Selain itu, keberhasilan ini juga menjadi indikator bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian sangat efektif. Dengan adanya operasi yang terencana dan terstruktur, diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Masa Depan Penanggulangan Narkoba

Polda Sumatera Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penanggulangan narkoba. Dalam waktu yang akan datang, diharapkan bisa dilakukan operasi yang lebih intensif dan luas. Dengan kerja sama yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.

Tidak hanya itu, polisi juga akan terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. Edukasi dan sosialisasi akan terus dilakukan agar masyarakat bisa memahami dampak negatif dari penggunaan narkoba. Dengan begitu, diharapkan bisa mencegah penyebaran narkoba di kalangan generasi muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *