Kasus Dokter Kecantikan Palsu yang Menyebabkan Cacat Permanen
Seorang eks Putri Indonesia Riau 2024 berinisial JRF ditangkap oleh pihak kepolisian setelah terbukti melakukan praktik kecantikan dengan mengaku sebagai dokter, meski tidak memiliki latar belakang pendidikan medis. Tersangka ini diketahui hanya memanfaatkan sertifikat pelatihan kecantikan yang diperoleh pada tahun 2019 di Jakarta.
Praktik Kecantikan yang Tidak Terdaftar
JRF membuka klinik kecantikan bernama Arauna Beauty di Jalan Tengku Bey, Pekanbaru. Di klinik tersebut, ia menawarkan berbagai prosedur estetika kepada para pasien. Namun, layanan yang diberikan justru menyebabkan kerusakan serius bagi sejumlah korban. Beberapa dari mereka mengalami komplikasi hingga cacat permanen.
Dari hasil penyelidikan, JRF diketahui telah menjalankan praktik kecantikan sejak 2019 hingga 2025 dengan mengaku sebagai dokter. Klinik yang dikelolanya menawarkan berbagai jenis tindakan estetika dan dipromosikan melalui media sosial.
Tarif Tinggi dengan Risiko Serius
Dalam praktiknya, JRF menarik biaya hingga puluhan juta rupiah untuk satu kali tindakan. Salah satu korban diketahui membayar hingga Rp 16 juta untuk sebuah prosedur. Namun, alih-alih mendapatkan hasil perawatan, sejumlah pasien justru mengalami kerusakan serius pada wajah, termasuk rusak pada bagian wajah, bibir, dan alis mata. Bahkan ada yang mengalami cacat permanen.
Kasus ini terungkap setelah dua korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Dari hasil penyelidikan, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau kemudian melakukan penyelidikan dan pelacakan terhadap pelaku.
Penangkapan dan Proses Hukum
JRF sempat dua kali mangkir dari panggilan penyidik sebelum akhirnya dijemput paksa pada Selasa (28/4/2026) di Bukittinggi, Sumatera Barat. Kini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Riau untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diikuti oleh tersangka sejatinya diperuntukkan bagi tenaga medis profesional. Namun, tersangka diduga bisa mengikutinya karena kedekatan dengan pihak penyelenggara.
Masyarakat Diminta Waspada
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam memilih layanan kecantikan. Penting untuk memastikan bahwa praktik kecantikan dilakukan oleh tenaga profesional yang memiliki lisensi dan pengalaman yang memadai.
Dengan adanya kasus seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memverifikasi keabsahan sertifikat dan lisensi dari praktisi kecantikan. Hal ini juga menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.











Leave a Reply