Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Keluarga Tewas Saat Berkemah di Temanggung, Diduga Keracunan BBQ

Misteri Kematian Keluarga di Tenda Glamping Terungkap

Kasus kematian satu keluarga yang terjadi di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung akhirnya mulai terungkap. Empat anggota keluarga tersebut ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam tenda glamping tempat mereka menginap. Mereka adalah ayah, ibu, dan dua anak laki-laki yang sedang berlibur di area wisata alam tersebut.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa dugaan kuat penyebab kematian ini adalah keracunan makanan akut. Peristiwa tragis ini diduga berasal dari hidangan pesta barbeque (BBQ) yang mereka masak sendiri di area perkemahan pada Selasa malam, 26 Mei 2026. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui jenis bahan makanan atau zat beracun yang dikonsumsi oleh keluarga tersebut saat menikmati panorama alam di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing.

Indikasi Kuat Keracunan Pesta Barbeque Mandiri

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan tentang penemuan jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan petunjuk penting yang mengarah pada kontaminasi pada makanan olahan bakar yang dikonsumsi para korban.

Menurut informasi yang diperoleh, Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengonfirmasi bahwa indikasi awal penyebab kematian ini memang merujuk pada hidangan makan malam yang mereka siapkan sendiri sebelum beristirahat di dalam tenda glamping. “Ya, indikasinya keracunan makanan. Ya, makanan barbeque yang dibawa sendiri oleh korban,” ujar I Komang.

Meskipun indikasi keracunan makanan sangat kuat, pihak kepolisian tetap ingin memastikan dengan hasil otopsi resmi dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah. Hal ini dilakukan guna memastikan penyebab biologis dan medis dari kematian para korban.

Kronologi Penemuan Jasad Satu Keluarga di Tenda Glamping

Tragedi ini dimulai ketika satu keluarga terdiri dari Muhamad Ali Munawar, 52 tahun, istrinya Maghfirah, 43 tahun, serta dua anak laki-laki mereka, AEH, 16 tahun, dan Bagas Amar Hakiki, 21 tahun, datang ke objek wisata alam Posong pada Selasa sore untuk menikmati liburan keluarga. Mereka tiba menggunakan mobil Honda Jazz RS GK 5 putih bernomor polisi H 1609 PT sekitar pukul 21.05 WIB, lalu langsung check-in di tenda glamping Safari nomor 3.

Kecurigaan mulai muncul pada Rabu (27/5) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB ketika seorang pegawai Anas Mustafirin, 22 tahun, mengantarkan sarapan ke tenda korban. Anas sempat menyapa dengan berteriak, “Sarapanya Pak,” namun sama sekali tidak mendapatkan respons dari dalam tenda, hingga akhirnya ia hanya meletakkan makanan tersebut di teras glamping.

Rasa penasaran memuncak ketika batas waktu check-out hampir habis sekitar pukul 11.30 WIB dan berlanjut hingga sore hari pukul 15.45 WIB, ketika pegawai lain, Zaki Ambali, 23 tahun, mendatangi tenda karena para tamu tak kunjung keluar. Zaki yang penasaran kemudian memberanikan diri membuka pintu tenda dan langsung terkejut mendapati keempat korban sudah terbujur kaku tak bernyawa dalam kondisi mulut mengeluarkan busa dan tubuh mengalami gejala hipotermia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *