Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Polisi Umumkan Identitas Pelaku Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Melalui Penyelidikan Ilmiah

Penyelidikan Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Polisi telah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Dalam proses penyidikan tersebut, pihak kepolisian telah memeriksa 15 saksi dan melakukan analisis secara ilmiah terhadap rekaman CCTV yang merekam jejak pelaku. Hasilnya, dua orang dengan inisial BHCW dan MAK diidentifikasi sebagai eksekutor utama dalam kejadian tersebut.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan berdasarkan keterangan saksi dan sinkronisasi dengan database Polri. Rekaman CCTV juga memberikan bukti kuat mengenai wajah dan pakaian pelaku yang sama seperti saat kejadian.

Proses Analisa Ilmiah

Proses penyelidikan tidak berhenti pada identifikasi dua pelaku utama. Berdasarkan pengecekan jalur perlintasan dan fakta-fakta di lapangan, pihak kepolisian mencium adanya keterlibatan pihak lain. Iman menegaskan bahwa kemungkinan jumlah pelaku lebih dari empat orang tidak dapat ditutupi.

Analisa ilmiah masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat, baik eksekutor maupun aktor intelektual, dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Selain itu, proses ini juga melibatkan koordinasi dengan jajaran Pom TNI guna memastikan transparansi dan tegaknya keadilan tanpa pandang bulu.

Jejak Pelaku

Jejak pelaku mulai dari berkumpul hingga melarikan diri dengan cara berpencar usai melakukan aksinya pun akhirnya terungkap. Pihak kepolisian telah mengumpulkan rekaman CCTV di 86 titik yang merekam seluruh perjalanan pelaku. Dari 86 titik kamera pengawas tersebut, ditemukan 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi total 10.320 menit.

Rekaman tersebut menunjukkan bahwa para pelaku sudah sengaja membuntuti korban sebelum menyiramkan air keras. Mereka bergerak dari kawasan Jakarta Selatan untuk berkumpul terlebih dahulu di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Setelahnya, mereka bergerak untuk menyusuri Jalan Ir. H. Juanda, lalu menuju Jalan Medan Merdeka Barat dan kawasan Tugu Tani. Perjalanan mereka mengitari Monas menuju Jalan, wilayah kawasan Tugu Tani.

Selanjutnya, para pelaku berputar dan kembali ke Jalan Medan Merdeka Timur untuk kemudian ke arah kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Saat itu, korban tidak langsung menuju TKP karena ingin mengisi bahan bakar untuk sepeda motornya di SPBU Cikini Raya.

Diduga, empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini. Mereka kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1. Hingga sekitar pukul 23.35 WIB, korban melintas di sekitar lokasi dan pelaku akhirnya melakukan aksi dengan menyiramkan air keras tersebut.

Setelah itu, rekaman CCTV juga mengungkap dua pelaku melarikan diri dengan melawan arus dari Jalan Salemba menuju kawasan Senen. Mereka bergerak melalui Jalan Kramat Raya hingga kawasan Gondangdia sebelum menuju wilayah Jakarta Selatan. Sementara itu, dua pelaku lainnya kabur melalui jalur berbeda menuju kawasan Matraman hingga Jatinegara, Jakarta Timur tepatnya ke arah Jalan Otto Iskandardinata.

Rekaman CCTV yang dipadukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi menunjukkan bahwa salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya. Analisa jaringan komunikasi juga menunjukkan para pelaku berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *