Pengalaman Tragis Anak yang Dianiaya oleh Residivis
Jamilah masih mengingat peristiwa yang menimpa anaknya, Deni Nugraha, yang dianiaya oleh seorang residivis menggunakan senjata tajam. Kejadian tersebut terjadi di depan toko Jalan Kolonel Ahmad Syam RT 04/06, Desa Sayang, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Selasa (17/3/2026). Saat itu, banyak warga yang berada di sekitar lokasi, tetapi tidak ada yang membantu melerai pertengkaran antara Deni dan Agus.
Deni, yang akrab dipanggil Prov, bekerja sebagai Linmas. Tugasnya adalah membantu mengatur lalu lintas dan menyeberangkan warga yang ingin menyeberang. Pada hari kejadian, ia sedang piket dari desa. Namun, Agus menuduh Deni mengambil ceruk di lahan parkir. Deni menjelaskan bahwa ia tidak memungut uang parkir, melainkan hanya menyeberangkan orang. Ia juga menyampaikan bahwa uang yang dimaksud berasal dari anak yang menitipkan uang kepadanya.
Agus tidak percaya dan terus mengancam. Ia bahkan mengeluarkan pisau dan menodongkannya kepada Deni. Deni mencoba untuk pergi dan memberi jarak, tetapi Agus terus mengejar. Akhirnya, Agus mendorong Deni hingga jatuh dan menyerangnya dua kali. Deni merasa sangat sakit hati karena agresi tersebut.
Melihat anaknya dalam ancaman, Jamilah langsung berusaha melerai. Ia mencoba memisahkan keduanya, tetapi Agus semakin beringas. “Saya berusaha pegang dia, dianya malah tambah emosi,” kata Jamilah. Akhirnya, seorang anggota Brimob datang dan berhasil melerai keduanya.
Pertengkaran antara Deni dan Agus tertangkap kamera oleh seorang pengendara, yang kemudian video tersebut viral di media sosial. Jamilah menyayangkan fakta bahwa banyak warga dan pengendara di lokasi tidak ada yang membantunya melerai. “Kenapa gak ada yang nolong padahal dekat Brimob, kenapa gak ada yang mau laporin sebelum kejadian penusukan,” tanyanya dengan rasa sedih.
Menurut Jamilah, fenomena sosial saat ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih untuk menonton dan merekam video daripada membantu. “Problem hari ini adalah itu, kalau ada peristiwa orang lebih senang nonton dan video dibanding dengan mengambil langkah penanganan,” katanya.
Ia berharap jika saja pertengkaran itu bisa dilerai sejak awal, anaknya tidak akan terluka akibat sabetan senjata Agus. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam menghadapi situasi darurat.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain:
-
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya intervensi
Setiap individu harus memiliki kesadaran bahwa tindakan cepat dapat mencegah konflik berkepanjangan. Masyarakat perlu belajar untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. -
Membentuk kelompok gotong royong
Masyarakat dapat membentuk kelompok gotong royong untuk saling mengawasi dan membantu sesama. Hal ini bisa menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang lebih aman dan harmonis. -
Meningkatkan komunikasi dengan pihak berwajib
Masyarakat sebaiknya lebih proaktif dalam melaporkan kejadian yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan keributan. Komunikasi yang baik dengan aparat keamanan dapat membantu mencegah kejadian serupa di masa depan.











Leave a Reply