Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Kemenag Kecam Penganiayaan Murid TPQ di Probolinggo



Kementerian Agama menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap peristiwa kekerasan yang diduga dialami oleh salah seorang murid di Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) di Probolinggo, Jawa Timur. Peristiwa penganiayaan ini diduga dilakukan oleh seorang guru di lembaga pendidikan tersebut. Kasus ini menjadi sorotan setelah video penganiayaan tersebut menyebar luas di media sosial.

Menurut Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, pelaku kejadian berinisial S, yang merupakan seorang guru di TPQ tersebut. Ia mengakui bahwa pelaku tersulut emosi karena anak dalam video tersebut naik sepeda dan secara tidak sengaja menggores mobil milik pimpinan TPQ tempat S mengajar.

Dalam potongan video yang beredar, terlihat seorang pria yang mengenakan peci putih dan baju kaos berwarna hitam sedang mengangkat seorang anak laki-laki kemudian membantingnya ke lantai. “Kami sangat prihatin dan mengecam kekerasan kepada anak. Ini tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun, oleh siapa pun, dan di mana pun,” ujar Thobib saat dihubungi pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Thobib menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, lembaga pendidikan anak tersebut belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama. Ia juga menyatakan bahwa saat ini kasus penganiayaan ini telah ditangani oleh aparat penegak hukum di wilayah setempat. “Kami mendukung penuh langkah aparat melakukan proses penegakan hukum pada pelaku,” tambahnya.

Thobib menambahkan bahwa Kementerian Agama sangat menyayangkan kejadian tersebut. Terlebih lagi, peristiwa kekerasan itu justru terjadi di tempat yang seharusnya menjadi sumber rasa aman dan cinta kasih bagi anak-anak. “Kejadian semacam ini tidak boleh terulang,” katanya.

Penyebab dan Dampak Kejadian

Peristiwa ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan kalangan profesional pendidikan. Banyak orang merasa terkejut dan khawatir terhadap kondisi lembaga pendidikan yang seharusnya memberikan perlindungan dan dukungan bagi anak-anak. Beberapa ahli pendidikan menyoroti pentingnya pengawasan dan pengelolaan lembaga pendidikan yang baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan etika. Seorang guru diharapkan menjadi contoh yang baik dan memberikan pengaruh positif bagi para muridnya.

Langkah yang Diambil

Kementerian Agama telah menunjukkan sikap tegas terhadap kasus ini. Selain menyampaikan rasa prihatin, pihaknya juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap lembaga-lembaga pendidikan yang ada. Hal ini dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
* Peningkatan pemantauan terhadap aktivitas di lembaga pendidikan.
* Pelatihan dan penguatan kompetensi guru dalam mengelola emosi dan interaksi dengan siswa.
* Pembenahan sistem administrasi dan legalitas lembaga pendidikan.

Kesimpulan

Peristiwa kekerasan yang terjadi di TPQ Probolinggo menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak terkait. Kementerian Agama menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak tidak akan diterima dalam bentuk apa pun. Dengan tindakan tegas dan langkah-langkah pencegahan, diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *