Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Ratusan Pemotor di Surabaya Diamankan Polisi Akibat Video Viral Patahkan Spion Mobil

Ratusan Pak Ogah di Surabaya Diamankan Polisi Akibat Aksi yang Mengganggu Pengemudi

Puluhan pengatur lalu lintas ilegal atau yang dikenal dengan sebutan “Pak Ogah” di Surabaya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Aksi ini dilakukan sebagai respons terhadap insiden yang viral, yaitu saat oknum Pak Ogah merusak kaca spion mobil. Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen polisi untuk mengatasi praktik tidak resmi yang sering kali mengganggu pengendara.

Pak Ogah dalam konteks ini merujuk pada individu yang tidak memiliki wewenang untuk mengatur lalu lintas. Meskipun demikian, mereka sering kali berada di persimpangan jalan, tikungan, atau tempat balik arah. Aksi mereka sering kali terekam dalam video dan tersebar di media sosial, sehingga memicu perhatian publik.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah saat sebuah mobil mengalami kerusakan pada kaca spionnya akibat ulah pelaku. Kejadian ini menjadi salah satu alasan utama bagi pihak kepolisian untuk melakukan penindakan lebih lanjut terhadap para Pak Ogah.

Penindakan Dilakukan di Beberapa Titik

Menanggapi aduan masyarakat, Satuan Samapta Polrestabes Surabaya bersama pihak terkait melakukan patroli dan pengecekan di beberapa lokasi. Mereka menemukan ratusan pelaku yang sedang menjalankan aksinya di beberapa titik strategis seperti Jalan Raya Ngagel, Jalan Raya Wonokromo, hingga Jalan Raya Bratang Binangun.

Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra menyampaikan bahwa sejak tanggal 6 April sampai 18 April 2026, total jumlah orang yang diamankan mencapai 124 orang. Ia menjelaskan bahwa kebanyakan dari mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengatur lalu lintas di tempat-tempat tersebut.

“Rata-rata mereka tidak memiliki kewenangan melakukan pengaturan lalu lintas pada persimpangan jalan, tikungan, atau tempat balik arah,” ujar AKBP Erika, Rabu (22/4/2026).

Tindakan Hukum Terhadap Pelaku

Setelah diamankan, para pelaku kemudian menjalani sidang tindak pidana ringan atau Tipiring di pengadilan negeri setempat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal yang telah merugikan masyarakat.

AKBP Erika juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak menormalisasi keberadaan Pak Ogah. Menurutnya, banyak contoh dan kejadian yang dialami masyarakat, khususnya saat berkendara di jalan, justru mengalami kesulitan saat akan berbelok atau putar balik.

“Selain tidak efektif dan keberadaannya melanggar aturan atau Perda, bahkan sering kali mempersulit pengendara,” tambahnya.

Dampak Negatif dari Praktik Pak Ogah

Keberadaan Pak Ogah sering kali menjadi masalah besar bagi pengemudi. Mereka tidak hanya tidak memiliki wewenang, tetapi juga cenderung mengganggu kelancaran lalu lintas. Banyak pengemudi mengeluh karena sering kali harus menunggu lebih lama atau menghadapi situasi yang tidak aman akibat tindakan mereka.

Selain itu, praktik ini juga bertentangan dengan regulasi yang ada. Dengan tidak adanya izin resmi, keberadaan Pak Ogah dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum. Oleh karena itu, tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian menjadi penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan di jalan raya.

Kesimpulan

Aksi penangkapan ratusan Pak Ogah di Surabaya merupakan langkah penting dalam upaya mengatasi praktik ilegal yang merugikan masyarakat. Dengan tindakan yang dilakukan, pihak kepolisian menunjukkan komitmennya untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan memberikan perlindungan kepada pengemudi. Masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan tidak memperkuat keberadaan Pak Ogah di lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *