Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Novel Baswedan: Kasus Andrie Yunus Terstruktur, Menggugah Kerusuhan Agustus 2025

Penyidik KPK Novel Baswedan Beri Tanggapan atas Penahanan Empat Personel TNI

Eks-penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, memberikan respons terkait tindakan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI yang menahan empat personel TNI. Mereka diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Keempat pelaku dengan inisial NDP, SL, BWH, dan ES diungkap dalam pernyataan resmi Puspom TNI pada Rabu (18/3). Namun, Novel menganggap bahwa keempat orang tersebut hanya sebagai pelaku lapangan dan mungkin hanya sebagian dari pihak yang terlibat.

“Penyerangan secara terorganisir seperti ini, saya yakin dilakukan oleh orang yang lebih banyak, dengan pembagian peran masing-masing,” ujarnya.

Novel khawatir bahwa motif penyerangan terhadap Andrie berhubungan dengan perannya dalam tim investigasi kerusuhan demo Agustus 2025. Dalam laporan yang disusun Andrie, kata Novel, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sering disebut.

“Bila benar, maka saya yakin aktor intelektualnya akan sulit diusut bila dengan pendekatan proses kejahatan biasa,” tambahnya.

Ia berharap pemeriksaan terhadap kasus ini dapat membuktikan siapa aktor di baliknya. Termasuk yang merancang, memberi izin, memfasilitasi, dan yang memerintahkan.

Sebab itu, Novel turut mendukung pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang diminta oleh 300 organisasi dan individu untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus.

“Sekaligus agar di kemudian hari tidak terjadi lagi kejahatan brutal terhadap orang-orang kritis yang peduli pada bangsa dan negaranya,” ujar Novel.

Dukungan dari 300 Organisasi dan Individu

Sebanyak 300 organisasi dan individu mendesak Presiden Prabowo untuk membentuk TGPF independen. Tujuannya adalah mengungkap kasus penyerangan terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus.

Gabungan organisasi dan individu mencakup KontraS, Amnesty International Indonesia, Jaringan Gusdurian, serta sejumlah praktisi hukum ini mendesak penyelesaian kasus secara transparan.

“Kami juga mendesak Pemerintah Indonesia melalui Presiden Republik Indonesia untuk segera membentuk tim gabungan pencari fakta independen yang dibuat berdasarkan konsultasi bersama dengan masyarakat sipil serta menjamin adanya proses yang transparan, imparsial, dan akuntabel untuk mengungkap percobaan pembunuhan berencana ini,” demikian pernyataan koalisi, dikutip pada Rabu (16/3).

Pihak Kepolisian diminta menangkap pelaku penyiraman sekaligus aktor intelektual yang diyakini koalisi ada di balik penyerangan tersebut.

“Negara tidak boleh berpura-pura untuk tidak melihat konteks politik dari serangan ini,” ujar Usman Hamid, salah satu perwakilan dari koalisi.

Insiden penyerangan berupa penyiraman air keras kepada Andrie dilakukan tepat setahun setelah aktivis itu memprotes pembahasan UU TNI. Menurut koalisi, kuat dugaan keterlibatan pihak-pihak yang lebih luas dan perlu ada pengusutan secara menyeluruh.

Kritik Terhadap Pendekatan Proses Kejahatan Biasa

Novel menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih mendalam dalam menangani kasus ini. Ia menilai bahwa jika hanya menggunakan metode standar, sulit untuk mengungkap aktor intelektual yang mungkin terlibat.

“Saya yakin aktor intelektualnya akan sulit diusut bila dengan pendekatan proses kejahatan biasa,” katanya.

Dengan demikian, ia menegaskan bahwa diperlukan komitmen yang kuat dari pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan yang objektif dan transparan. Hal ini juga menjadi dasar bagi dukungan terhadap pembentukan TGPF yang independen.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Novel berharap dengan adanya TGPF, kasus-kasus serupa tidak akan terulang lagi. Ia menilai bahwa para aktivis yang peduli pada bangsa dan negara sering kali menjadi target karena keberanian mereka dalam menyuarakan keadilan.

“Sekaligus agar di kemudian hari tidak terjadi lagi kejahatan brutal terhadap orang-orang kritis yang peduli pada bangsa dan negaranya,” ujarnya.

Dengan begitu, ia berharap pemerintah dan lembaga terkait bisa bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua pihak yang ingin berkontribusi positif bagi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *