Bencana Banjir di Sarolangun Jambi Terkait Aktivitas Ilegal di Hulu Sungai
Bencana banjir yang menimpa Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi pada hari Sabtu (25/4/2026) mengungkapkan masalah serius yang tersembunyi di balik alur sungai. Fenomena ini tidak hanya menjadi bencana alam biasa, tetapi juga dianggap sebagai bencana ekologis akibat kerusakan lingkungan yang disengaja.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi menyoroti dugaan hanyutnya alat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau dompeng yang terbawa arus banjir. Temuan ini dianggap sebagai bukti nyata adanya pembiaran terhadap perusakan alam yang terstruktur. Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jambi, Oscar Anugerah, menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dianggap sebagai bencana alam biasa.
Menurut Oscar, peristiwa ini adalah bentuk kegagalan negara dalam melindungi bentang alam di Jambi. Ia menyebut bahwa masifnya aktivitas ilegal di hulu sungai menjadi pemicu utama meluapnya air yang menghantam pemukiman warga. Ada korelasi langsung antara rusaknya hutan dengan intensitas banjir yang semakin parah.
Bencana Ekologis yang Mengancam Masyarakat
Kehadiran peralatan tambang di tengah arus banjir dipandang sebagai barang bukti tak terbantahkan bahwa hukum lingkungan sedang “mati suri” di wilayah tersebut. Walhi Jambi menilai masyarakat kini terpaksa menanggung beban ganda: kehilangan harta benda akibat banjir sekaligus ancaman keselamatan jiwa akibat kerusakan alam.
Oscar menekankan bahwa langkah mitigasi yang paling mendesak saat ini bukanlah sekadar bantuan logistik pascabencana, melainkan tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Walhi Jambi mendesak agar kepolisian mengejar para aktor atau pemodal di balik alat-alat PETI tersebut.
Desakan untuk Penegakan Hukum yang Serius
Penertiban sporadis yang selama ini dilakukan dinilai tidak menyentuh akar persoalan. Selama para “pemain besar” di balik bisnis dompeng tidak tersentuh hukum, bencana serupa akan terus menghantui masyarakat Batang Asai. Oleh karena itu, Walhi Jambi menyerukan penegakan hukum yang lebih serius guna mencegah bencana serupa di masa depan.
Di akhir pernyataannya, Walhi Jambi turut menyampaikan simpati mendalam bagi para korban yang terdampak. Mereka berharap agar seluruh saudara kita di sana diberikan keselamatan dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Dampak Lingkungan yang Mendalam
Selain ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa dan harta benda, banjir ini juga menunjukkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Penggundulan hutan dan aktivitas tambang ilegal di hulu sungai telah mengubah pola alami aliran air, sehingga memperparah dampak banjir. Ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan lingkungan dan penerapan hukum secara konsisten.
Masyarakat setempat harus diimbau untuk tetap waspada dan berpartisipasi dalam upaya menjaga kelestarian alam. Tidak hanya itu, mereka juga perlu didorong untuk melaporkan aktivitas ilegal yang ditemukan di sekitar daerah mereka.
Langkah Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Untuk menghindari bencana serupa di masa depan, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan. Penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan menjadi langkah penting yang harus diambil.
Dengan kesadaran bersama, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi semua pihak.











Leave a Reply