Duka Mendalam atas Pembunuhan Ustadzah Hasanah di Banjarbaru
Kasus pembunuhan terhadap ustadzah Hasanah di Sungai Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat. Korban ditemukan tewas setelah sempat dilaporkan hilang usai bekerja dan mengajar. Kini, dua pelaku telah ditangkap oleh pihak kepolisian dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.
Motif Pembunuhan Terungkap
Menurut informasi yang diperoleh, motif utama dari pembunuhan ini adalah faktor ekonomi. Pelaku, yang diketahui berinisial AS (40) dan MFI (43), mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena terdesak kebutuhan ekonomi, terutama untuk biaya sekolah anak mereka. Kedua pelaku tinggal di sebuah gubuk tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda mengungkapkan bahwa awalnya AS ingin meminjam uang kepada pemilik kebun tempat ia bekerja bersama MFI. Namun, permintaan tersebut ditolak, sehingga muncul niat untuk melakukan perampokan. Dalam aksinya, AS kemudian mengajak MFI untuk membantu melancarkan rencana tersebut.
Peristiwa Sebelum Pembunuhan
Beberapa jam sebelum kejadian, almarhumah sempat mengirim pesan yang terasa tidak biasa. Ibu sambung korban, Mudiah, mengungkapkan bahwa korban mengirim pesan WhatsApp yang menyebutkan bahwa dia sangat haus dan minta dititipkan es. Pesan tersebut berasal dari toko tempat korban bekerja.
Mudiah kemudian sempat menemui korban pada sore hari saat mengantarkan minuman ke tempat kerjanya. Namun, pertemuan tersebut menjadi momen terakhir keduanya bertatap muka. “Sempat (bertemu), tapi dia tidak banyak bicara, cuma diam saja… Dia cuma tersenyum,” ujarnya dengan suara terbata.
Korban Tak Pulang ke Rumah
Korban diketahui menjalani aktivitas sebagai pengajar di pondok pesantren sekaligus bekerja paruh waktu di sebuah toko di Martapura. Ia dilaporkan tidak kembali ke rumah dan tidak hadir mengajar keesokan harinya. Setelah dilakukan pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan pada Rabu malam (29/4/2026) dalam posisi telentang dan tertutup rumput di area sepi tidak jauh dari lokasi pondok tempat pelaku berada.
Motor korban sebelumnya telah ditemukan lebih dulu di sekitar lokasi. Yang mengejutkan, Mudiah juga mengaku sempat berinteraksi dengan pelaku saat proses pencarian berlangsung, dan saat itu pelaku bersikap tenang tanpa menunjukkan kecurigaan.
Permintaan Keluarga
Korban dikenal sebagai sosok ustadzah yang mandiri dan bekerja keras sejak kehilangan orang tua di usia kecil. Keluarga menyebut almarhumah tidak pernah memiliki masalah dengan siapa pun. Atas kejadian ini, keluarga berharap pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya.
“Dihukum seberat-beratnya. Saya ingin pelaku dihukum mati,” tegas Mudiah.
Proses Hukum dan Penanganan Kasus
Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap motif lengkap di balik pembunuhan tersebut. Saat ini, kedua tersangka telah ditahan dan menjalani proses hukum lebih lanjut atas perbuatan mereka yang menggemparkan warga setempat.











Leave a Reply