Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Puluhan Santri di Pati Takut Melapor Karena Pelaku Masih Berkeliaran

Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Masih Takut Melapor

Banyak santri korban dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, masih takut melaporkan pelaku. Hal ini disebabkan oleh ketakutan terhadap tersangka pengasuh ponpes yang berinisial AS. Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyampaikan bahwa saat ini belum ada penangkapan terhadap tersangka, sehingga para korban merasa tidak aman untuk melaporkan kejadian tersebut.

Menurut Ali Yusron, sejauh ini hanya satu laporan resmi yang masuk dari korban dugaan kekerasan seksual. Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah menangkap dan menahan tersangka agar para korban merasa lebih aman dan siap melaporkan kasusnya.

“Yang penting ditangkap dulu lalu ditahan. Ini (rencana) ada yang lapor nanti tiga orang, korban-korban ini pada takut. Kalau nanti ditangkap, ditahan, baru mereka lapor lagi,” ujar Ali Yusron.

Trauma dan Ancaman yang Dialami Korban

Ali Yusron juga menjelaskan bahwa para korban mengalami trauma akibat tindakan yang dilakukan oleh tersangka. Menurutnya, tersangka pernah memukul korban jika tidak mengikuti keinginannya. Selain itu, korban juga diancam akan dikeluarkan dari ponpes jika tidak menuruti perintah tersangka.

“Pokoknya harus mengikuti ajakan Pak Kiai tersebut. Traumanya seperti itu, dan diancam akan dikeluarkan dari pondok pesantren,” tambahnya.

Ali Yusron juga mengungkap bahwa dirinya sempat ditawari uang ratusan juta rupiah oleh tersangka. Tawaran tersebut disampaikan melalui orang suruhan tersangka. Ia menolak tawaran tersebut, bahkan mengatakan bahwa ia diancam setelah menolak.

“Kemarin waktu sebelum (penetapan) tersangka, itu ketika saya kawal serius, saya didatangi oleh suruhan dari AS, tersangka ini, diberikan uang 300 (juta), saya tolak. Yang kedua, 400 (juta) saya tolak, saya diancam,” katanya.

Namun, Ali Yusron menyatakan bahwa ia tidak masalah dengan ancaman tersebut. Ia ingin kasus ini terungkap secara terang benderang.

“Saya yakin ada korban-korban untuk yang lain. Saya yakin ini ada rangkaian-rangkaian peristiwa ini, ketua yayasannya juga nanti bisa kena ini, karena dia tahu sebetulnya,” ujarnya.

Keberadaan Pelaku Masih Misteri

Keberadaan Ashari, kiai sekaligus pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, yang menjadi tersangka dugaan pencabulan santriwati, masih menjadi misteri. Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro, mengungkapkan bahwa pelaku sengaja memutus komunikasi dengan orang terdekatnya.

“Pelaku saat ini memang tidak kooperatif, tidak memberikan info apa pun kepada PH (penasihat hukum) maupun kepada penyidik,” jelas Iswantoro.

Iswantoro juga menyampaikan bahwa tersangka sempat berjanji untuk kooperatif, tetapi kenyataannya justru memutus komunikasi. Pihak keluarga juga tidak mengetahui keberadaan tersangka.

Tersangka Menghilang Sejak Tiga Bulan Lalu

Salah satu warga sekitar ponpes, Ahmad Nawawi, menyebut bahwa tersangka sudah tidak terlihat di lingkungan pesantren. Ia mendapatkan informasi bahwa Ashari menghilang sejak tiga bulan lalu. Selain itu, Nawawi juga mendapat laporan bahwa tersangka sempat terlihat di Kabupaten Kudus, Jateng, pada Senin (4/5/2026) untuk mengadakan acara mingguan.

“Kalau tidak ada tindakan secepatnya dari Kapolresta Pati, kami warga akan mengadakan aksi kedua secara besar-besaran di Mapolresta Pati,” kata Nawawi.

Lebih lanjut, ia membenarkan bahwa sosok Ashari sudah meresahkan bagi warga sekitar bahkan sebelum kasus dugaan pencabulan viral di media sosial. Ia menyebut tersangka juga diduga terlibat dalam kasus pemerasan dan penipuan.

“Masyarakat sudah resah karena banyaknya korban, adanya pemerasan, penipuan, dan pencabulan seksual pada santri putri, khususnya anak di bawah umur,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *