Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Pria Berdarah di Depan MG Setos Semarang Ternyata Pernah Aniaya Wanita

Peristiwa Pria Bertato yang Ditemukan Terluka di Depan Hotel MG Setos, Semarang

Sebuah peristiwa yang menarik perhatian masyarakat terjadi di kawasan Jalan Inspeksi, Semarang Tengah, pada malam hari tanggal 10 Mei 2026. Seorang pria bertato ditemukan dalam kondisi terluka dan bersimbah darah di depan MG Setos Hotel. Awalnya, pria tersebut diduga menjadi korban penganiayaan, namun setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi mengungkapkan bahwa ia justru merupakan salah satu pelaku dari kejadian sebelumnya.

Peristiwa bermula ketika dua pria berboncengan sepeda motor melintas di kawasan permukiman Kerobokan sambil membleyer kendaraan mereka. Kebiasaan ini membuat kebisingan dan merusak kandang jangkrik milik warga bernama Sofiatun (25). Korban merasa tidak terima dengan tindakan kedua pria tersebut.

Sofiatun kemudian menegur kedua pria itu di depan rumahnya. Namun, teguran itu justru memicu cekcok. Salah satu dari pria tersebut tersinggung dan mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. Dalam keributan tersebut, Sofiatun mengalami luka lebam di bagian kepala akibat terkena batang celurit.

Setelah kejadian, korban berteriak meminta pertolongan warga. Teriakan itu memancing warga untuk datang dan mengejar kedua pria tersebut yang langsung melarikan diri dari lokasi. Saat kabur, celurit yang dibawa pelaku disebut terjatuh.

Seorang pria yang diduga terlibat, yakni Haris (39), warga Rejosari, Semarang Timur, kemudian melarikan diri hingga ke kawasan depan MG Setos Hotel di Jalan Inspeksi, Kembangsari, Semarang Tengah. Di lokasi tersebut, Haris ditemukan dalam kondisi terluka di bagian tangan, seperti yang terlihat dalam foto yang sempat beredar luas di media sosial.

Menurut polisi, luka yang dialami Haris diduga muncul akibat amukan warga saat proses pengejaran berlangsung. Warga sekitar turut mengejar, dan kemungkinan luka yang dialami karena amukan warga.

Sementara itu, satu pria lainnya, Rio alias M Riko, juga berhasil ditemukan setelah adanya laporan dari petugas keamanan MG Setos yang menghubungi layanan darurat 110. Tenaga medis dengan ambulans dan polisi kemudian datang ke lokasi untuk melakukan penanganan. Kedua pria itu selanjutnya diamankan ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Polisi memastikan tidak ada hubungan pribadi antara korban dan kedua terduga pelaku. Mereka tidak saling kenal. Jadi, memang bertemu saat kedua pelaku ini melintas di depan rumah korban sambil membleyer motor, lalu ditegur korban.

Meski sempat memicu keramaian dan dugaan pembacokan, kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara musyawarah. Polisi mempertemukan kedua belah pihak di Satreskrim Polrestabes Semarang. Korban dan terduga pelaku sudah bertemu dan sepakat menyelesaikan secara musyawarah. Keduanya juga sudah membuat surat pernyataan.

Dengan penjelasan tersebut, polisi menegaskan bahwa pria bertato yang sebelumnya disebut sebagai korban pembacokan di depan MG Setos sebenarnya merupakan satu di antara terduga pelaku dalam rangkaian penganiayaan yang bermula dari keributan di Kampung Kerobokan, Semarang Tengah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *