Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Pernah Bertugas di Bontang, Kasat Narkoba Kukar Ditangkap Polda Kaltim



Pada awal bulan Mei 2026, seorang perwira polisi di Kalimantan Timur ditangkap terkait dugaan keterlibatan dalam kasus narkoba. AKP Yohanes Bonar Adiguna, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Kutai Kartanegara (Kukar), diamankan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim. Penangkapan ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai proses penyidikan dan peran serta tanggung jawabnya dalam kasus tersebut.

Penangkapan Dilakukan pada Awal Mei 2026

Menurut informasi yang didapatkan, penangkapan dilakukan pada tanggal 2 Mei 2026. Setelah ditangkap, AKP Yohanes langsung dibawa ke Rumah Tahanan Bagian Tahanan dan Penitipan (Tahti) Polda Kaltim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses penyidikan masih berlangsung, sehingga belum ada rincian lengkap mengenai dugaan tindakan yang dilakukannya.

Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, ia tidak memberikan detail lebih lanjut karena penyidikan masih dalam tahap pengembangan. “Betul,” ujar Yuliyanto saat dikonfirmasi.

Latar Belakang AKP Yohanes

AKP Yohanes adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 2015. Ia memiliki pengalaman bertugas di berbagai wilayah, termasuk pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polres Bontang sebelum akhirnya menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kukar sejak Desember 2025. Pengalaman kerjanya selama ini membuatnya menjadi salah satu personel yang dianggap berpengalaman di bidang penindakan hukum.

Namun, kini nasibnya berubah setelah ditangkap dalam kasus yang masih dalam penyidikan. Hingga saat ini, baik Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, maupun Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Khairul Basyar, belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus ini.

Masih Ada Pertanyaan yang Muncul

Penangkapan ini menimbulkan beberapa pertanyaan mengenai bagaimana seorang petugas yang bertugas menangani kasus narkoba bisa terlibat dalam dugaan pelanggaran hukum. Apakah ada indikasi korupsi atau penyalahgunaan wewenang? Bagaimana proses penyidikan berjalan? Dan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini?

Selain itu, masyarakat juga mulai mempertanyakan kredibilitas institusi kepolisian dalam menangani kasus narkoba. Jika seorang pejabat yang dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penindakan narkoba justru terlibat dalam kasus tersebut, maka hal ini bisa menjadi isu besar yang perlu segera dijelaskan secara transparan.

Status Kasus Masih Dalam Penyidikan

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkapkan detail perkara atau dugaan peran AKP Yohanes dalam kasus tersebut. Informasi yang tersedia sangat minim, dan hanya sedikit fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini membuat publik semakin penasaran dan ingin mengetahui hasil penyidikan yang akan segera diumumkan.

Dengan penangkapan ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya membersihkan institusi kepolisian dari praktik-praktik tidak sehat yang merusak citra dan kredibilitas lembaga tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *