Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Yang Harus dan Tidak Dilakukan Saat Mobil Listrik Mati di Jalan



Kendaraan listrik yang tiba-tiba mati dan rem parkir terkunci di tengah jalan kini menjadi perhatian publik. Kejadian terbaru menimpa sebuah taksi listrik tepat di perlintasan sebidang di Bekasi Timur pada 27 April 2026. Peristiwa ini berujung pada tabrakan kereta api yang menewaskan 16 penumpang.

Ketua Program Studi Teknik Sistem Energi dari Telkom University, Bandung, Kharisma Bani Adam menjelaskan bahwa kendaraan listrik bisa mengalami keadaan seperti itu akibat berbagai faktor. Jika mobil berhenti di area yang relatif aman, pengemudi dapat melakukan proses jumper sistem daya tegangan rendah aki 12V untuk memberikan daya sementara.

“Tujuan dari langkah ini adalah menghidupkan sistem elektronik, layar dasbor, serta melepaskan rem parkir agar bisa dipindahkan ke posisi netral,” ujar Bani pada Rabu, 29 April 2026.

Menurutnya, mobil listrik seharusnya dilengkapi dengan sistem Emergency Release untuk membuka kunci roda secara manual. Fitur ini bisa membantu pengguna dalam kondisi darurat, seperti mogok di tengah perlintasan kereta. “Jika masih memungkinkan, Emergency Release bisa dilakukan. Namun, jika situasi sangat mendesak, meninggalkan mobil menjadi pilihan yang wajar,” tambahnya.

Selain di perlintasan sebidang, Bani menyarankan pengemudi tidak panik ketika mobil listrik mogok atau mati di jalan. Jika ada kesempatan, mobil sebaiknya diarahkan ke bahu jalan. Ia menunjukkan bahwa setir akan menjadi lebih berat karena sistem kemudi elektrik (EPS) mati, tetapi masih bisa digerakkan.

Langkah selanjutnya yang disarankan adalah memasang segitiga pengaman. Pengemudi kemudian bisa mencoba cara jumper jika penyebab mogok akibat aki 12V. Bani menegaskan agar pengemudi tidak menyentuh kabel tegangan tinggi berwarna oranye.

Cara lainnya adalah menghubungi teknisi atau layanan darurat dari pabrikan. Jika harus menggunakan kendaraan bantuan untuk memindahkan mobil listrik, Bani menyarankan menggunakan derek gendong (flatbed towing). Jika tersedia, aktifkan emergency release sebelum memindahkan mobil. Ia menekankan, jangan mendorong mobil listrik secara paksa. Melakukannya saat roda terkunci atau posisi transmisi tidak netral, Bani menegaskan, “Dapat berisiko merusak inverter.”

Saran serupa diberikan oleh Sriyono, staf pengajar di Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Menurutnya, kendaraan listrik yang mogok tidak boleh diderek secara sembarangan. “Cara penanganannya berbeda dengan kendaraan berbahan bakar fosil yang bertransmisi manual, terutama jika roda penggeraknya tetap menyentuh jalan,” ujar Sriyono.

Ia merekomendasikan kendaraan listrik yang mogok untuk diangkut menggunakan truk, bukan diseret atau ditarik dengan tali seperti derek konvensional. “Karena motor listrik, inverter, transmisi atau gigi reduksi, sistem tegangan tinggi, dan sistem parkir elektronik mobil listrik bisa rusak,” ujarnya Kamis, 30 April 2026.

Tips Keselamatan Saat Mobil Listrik Mogok

  • Jangan panik dan tetap tenang.
  • Jika memungkinkan, pindahkan mobil ke bahu jalan.
  • Pasang segitiga pengaman untuk memberi tanda kepada pengendara lain.
  • Hindari menyentuh kabel tegangan tinggi.
  • Gunakan metode jumper jika masalahnya terkait aki 12V.
  • Hubungi layanan darurat atau teknisi resmi.
  • Jika membutuhkan bantuan, gunakan derek gendong (flatbed towing).
  • Aktifkan emergency release sebelum memindahkan mobil.
  • Jangan mendorong mobil saat roda terkunci atau transmisi tidak netral.

Pentingnya Fitur Emergency Release

Emergency release adalah fitur penting pada mobil listrik yang dirancang untuk membuka kunci roda secara manual. Fungsi ini sangat berguna dalam situasi darurat, seperti mobil mogok di perlintasan kereta. Pengemudi sebaiknya memahami cara mengaktifkan fitur ini agar dapat segera memindahkan kendaraan ke lokasi yang aman.

Perbedaan Penanganan Mobil Listrik dan Kendaraan Konvensional

Mobil listrik memiliki sistem yang berbeda dibanding kendaraan konvensional. Oleh karena itu, cara penanganan saat mogok juga berbeda. Misalnya, mobil listrik tidak boleh diderek seperti kendaraan berbahan bakar fosil. Mereka memerlukan metode khusus agar komponen penting seperti inverter dan sistem tegangan tinggi tidak rusak.

Kesimpulan

Kendaraan listrik semakin umum digunakan, namun pemiliknya perlu memahami cara menghadapi situasi darurat. Dengan pengetahuan yang cukup, pengemudi dapat menghindari risiko yang lebih besar. Selalu pastikan mobil dilengkapi dengan fitur keselamatan yang memadai dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional saat diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *