Kasus yang melibatkan Rien Wartia Trigina atau dikenal dengan nama Erin dan mantan asisten rumah tangga (ART) Herawati atau Hera kembali memicu perdebatan. Erin dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan pelanggaran data pribadi setelah beberapa hal seperti rumah, mobil, hingga pakaian anaknya disebarkan ke publik melalui media sosial.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah penggunaan pakaian anak tanpa izin. Erin menganggap bahwa Hera memiliki sikap tidak baik selama bekerja di rumahnya. Namun, Hera membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa pakaian yang diposting di media sosial adalah miliknya sendiri, bukan dari anak Erin.
“Kalau masalah baju, saya paling nggak terima. Ini jelas fitnah karena itu baju saya. Saya berani disumpah itu baju saya. Saya ada buktinya, Bang,” ujar Hera di kawasan Jakarta Selatan.
Hera juga menjelaskan bahwa ia selalu meminta izin sebelum melakukan foto atau video bersama anak-anak Erin. Menurutnya, anak-anak Erin tidak pernah memberikan larangan sama sekali.
“Saya kan foto sama Mas Kenzy, sama Mas Dio kan, lihat sendiri seperti apa ekspresi Mas Kenzy dan Mas Dio, nggak ada yang marah kan. Saya juga izin minta foto,” tambah Hera.
Ia sengaja meminta foto dan kemudian mengunggahnya di akun media sosialnya karena merasa sebagai penggemar dari keluarga Taulany. Hera memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat hubungan dengan keluarga tersebut.
“Kalau orang minta foto otomatis diposting, namanya foto sama anak artis, gimana sih? Saya kan dari kampung, saya bangga dong. Saya senang gitu intinya senang kerja di artis, gitu kan,” katanya.
Hera juga menceritakan momen saat dirinya membuat video saat Dio sedang memasak di dapur. Ia menegaskan bahwa tidak pernah mengambil foto atau video secara sembunyi-sembunyi.
“Di situ kan ada percakapan saya sama Mas Dio juga. Saya bilang, ‘Mas Dio masaknya enak nih. Kayaknya Chef Juna kalah sama Mas Dio.’ Saya bilang gitu kan. ‘Ah, Mbak apa, Mbak?’ katanya gitu. Chef Juna kalah mas sama Mas Dio. Saya bilang gitu. Dia salting gitu kan sampai tutup bumbunya jatuh,” cerita Hera.
Sementara itu, Ernest Hasibuan selaku kuasa hukum Hera menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Pihak Hera menegaskan bahwa mereka siap menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung.
“Kita tidak ada tawar-menawar. Proses hukum terkait dugaan tindak pidana penganiayaan laporan klien kami tetap berjalan dan berproses di Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Ernest.
Menurut Ernest, pihaknya belum menerima panggilan apa pun dalam kapasitas sebagai terlapor. Pihak Hera juga belum mendapatkan surat somasi sama sekali hingga saat ini. Jika nanti ada, mereka siap menghadapi proses hukum sesuai aturan yang berlaku.










Leave a Reply