Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Eks Pelaku Judi dan Scam Kamboja Serang Indonesia

Polri Mengungkap Pergerakan Sindikat Kejahatan Transnasional dari Kamboja ke Indonesia

Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengamati pola pergerakan sindikat kejahatan transnasional yang berasal dari Kamboja menuju Indonesia. Sindikat ini terlibat dalam berbagai jenis kejahatan seperti judi online, scam, hingga love scamming. Operasi mereka semakin meningkat setelah adanya tindakan besar-besaran dari otoritas Kamboja pada awal 2026.

Sekretaris National Central Bureau Indonesia, Brigadir Jenderal Untung Widyatmoko, menjelaskan bahwa banyak anggota sindikat tersebut pindah ke berbagai negara, termasuk Indonesia, setelah ada penindakan ketat di Kamboja. Menurutnya, sebagian besar dari mereka beralih ke Indonesia karena ada tawaran dari sesama anggota sindikat.

“Beberapa dari mereka datang ke sini karena diundang oleh teman-teman eks veteran dari Kamboja,” ujarnya saat memberikan keterangan di Hayam Wuruk Plaza Tower pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurut Untung, mayoritas operator judi online dan scam berasal dari wilayah Indo-China. Mereka memanfaatkan visa wisata untuk beroperasi di Indonesia. Selain Indonesia, para pelaku juga menargetkan negara-negara lain seperti Filipina, Timor Leste, hingga Afrika Selatan.

Dalam operasi di Hayam Wuruk Tower, polisi berhasil menangkap 321 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara. Mereka ditemukan mengoperasikan 75 situs judi online. Para tersangka bekerja di lantai 20 dan 21 gedung tersebut, serta tinggal di sekitar area tersebut.

“Sebagian dari mereka tahu tujuan mereka ke sini adalah untuk bekerja di judi online,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Wira Satya Triputra.

Selain itu, Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya juga telah menangkap 44 tersangka dalam kasus penculikan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan penipuan daring. Dari jumlah tersebut, 30 tersangka merupakan WNA asal Tiongkok. Selain itu, terdapat 7 WNA asal Taiwan, 4 WNA asal Jepang, serta dibantu oleh 3 warga negara Indonesia.

Sindikat ini beroperasi secara terorganisasi. Mereka menggunakan modus akun daring bernama “Kurokawa” untuk menipu korban dengan tawaran liburan gratis ke Vietnam dan Kamboja, lengkap dengan fasilitas tiket penerbangan. Setelah korban tertarik, para tersangka kemudian merampas paspor dan alat komunikasi korban untuk memutus akses bantuan.

Para korban diancam akan disiksa atau bahkan dijual organ tubuhnya jika berani melawan atau meminta pulang ke negara asal. Hal ini menunjukkan betapa berbahayanya operasi sindikat ini, yang tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.

Strategi Penangkapan dan Pengungkapan Kasus

Operasi penangkapan yang dilakukan oleh Polri menunjukkan upaya serius dalam mengatasi ancaman kejahatan transnasional. Dengan kerja sama antar lembaga dan pihak berwenang, Polri berhasil mengungkap jaringan kejahatan yang sangat terstruktur. Penangkapan 321 WNA dan penggerebekan 75 situs judi online menjadi bukti nyata bahwa sindikat ini tidak bisa dianggap remeh.

Selain itu, penangkapan di Surabaya juga menunjukkan bahwa kejahatan ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah. Hal ini memperkuat pentingnya koordinasi antar daerah dalam menghadapi ancaman serupa.

Langkah-Langkah Pencegahan dan Edukasi

Untuk mencegah penyebaran sindikat kejahatan ini, Polri dan instansi terkait perlu terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Masyarakat harus lebih waspada terhadap tawaran-tawaran yang terlalu bagus untuk dipercaya, terutama dalam bentuk liburan gratis atau pekerjaan yang mudah.

Selain itu, pemerintah juga perlu memperketat pengawasan terhadap penggunaan visa wisata oleh individu yang diduga terlibat dalam kejahatan. Kerja sama internasional juga sangat penting, terutama dengan negara-negara tetangga seperti Kamboja dan Tiongkok, untuk memastikan bahwa sindikat ini tidak dapat bergerak bebas.

Kesimpulan

Pergerakan sindikat kejahatan transnasional dari Kamboja ke Indonesia menunjukkan tantangan baru bagi keamanan nasional. Dengan operasi yang terstruktur dan modus operandi yang canggih, sindikat ini membawa ancaman serius baik secara ekonomi maupun keamanan. Namun, upaya penangkapan dan pencegahan yang dilakukan oleh Polri memberikan harapan bahwa kejahatan ini dapat diminimalisir. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *