Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Lansia Tulungagung Diduga Bunuh Diri Karena Dituduh Mencuri



TULUNGAGUNG – Seorang lansia berinisial S (64) asal Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, ditemukan tewas di rumahnya. Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh pihak kepolisian menyebutkan bahwa kematiannya diduga disebabkan oleh tekanan psikologis akibat perundungan di tempat kerjanya.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut didapatkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, analisis rekaman CCTV, serta gelar perkara. Menurutnya, tidak ditemukan adanya indikasi pembunuhan dalam kasus ini.

“Hasil penyelidikan tidak menemukan unsur pembunuhan. Justru kami menemukan indikasi korban mengalami tekanan mental akibat dugaan perundungan,” ujar Andi pada hari Sabtu.

Awalnya, polisi mempertimbangkan kemungkinan adanya tindakan kriminal karena kondisi korban yang tidak wajar saat ditemukan. Namun, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya motif pembunuhan seperti penguasaan harta atau masalah pribadi lainnya.

Perhiasan yang dikenakan korban dan uang tunai sekitar Rp16 juta masih dalam kondisi utuh. Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi tidak menunjukkan adanya aktivitas orang asing yang masuk atau keluar dari rumah korban pada waktu yang diperkirakan korban meninggal dunia, yaitu antara pukul 03.00 WIB hingga 05.00 WIB.

“Tidak ada jejak maupun tanda masuk paksa di sekitar rumah korban,” tambahnya.

Polisi kemudian melakukan investigasi lebih lanjut terhadap lingkungan tempat korban berdagang di Pasar Tamanan. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diketahui bahwa korban sering kali dituduh mencuri oleh sesama pedagang.

Menurut Andi, tekanan mental akibat dugaan perundungan tersebut diduga memperburuk kondisi kesehatan korban yang sebelumnya menderita sakit lambung dan tipes hingga memicu gangguan psikosomatis.

“Kami menduga tekanan mental akibat perundungan membuat kondisi kesehatan korban terus menurun hingga akhirnya nekat mengakhiri hidup,” ujarnya.

Polres Tulungagung menyatakan bahwa penyelidikan kasus ini telah selesai setelah seluruh alat bukti dan keterangan saksi dianalisis secara menyeluruh. Hal ini menjadi langkah penting untuk memberikan kejelasan kepada keluarga korban serta masyarakat luas tentang penyebab kematian S.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *